Kamis, 09 Juni 2016

TUGAS PROPOSAL

SISTEM KEAMANAN BERBASIS MIKROKONTROLLER DAN ARDUINO UNO
 ari

NAMA : ANDI SETIAWAN
KELAS : 3KB05
NPM : 20113873





Abstrak
Sistem keamanan adalah sebuah sistem keamanan terintegrasi, yang secara otomatisasi memberikan informasi keadaan dari suatu peristiwa atau kondisi yang dapat diaplikasikan pada kompleks perumahan, perkantoran, kampus atau instansi yang membutuhkannya.
Pada prisinpnya sistem keamanan ini menggunakan dua sensor yang akan memberikan peringatan pada saat adanya kebakaran atau pencurian. Yaitu sensor asap dan sensor magnet. Sensor asap tersebut akan mendeteksi adanya kebakaran, sedangkan sensor magnet mendeteksi adanya pencurian, dengan pusat kontrol terletak pada mikrokontroler ATMEGA 8535. Untuk proses pengiriman informasi, digunakan fasilitas Push-To-Talk pada Walkie-Talkie (WT) untuk mengirimkan data informasi dari respon sensor.
Sistem keamanan ini terkoneksi dengan beberapa sistem keamanan lain. Sehingga ketika diaplikasikan pada perumahan, masing-masing rumah akan terkoneksi satu sama lain, sehingga ketika terjadi pencurian atau kebakaran maka setiap rumah akan mendapat informasi, dan juga dihubungkan pada pos penjagaan pada kompleks perumahan tersebut, sehingga dapat memberikan pertolongan pertama.










BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Seiring kemajuan teknologi serta tingkat penganguran yang cukup tinggi, maka rata-rata tindak kejahatan semakin meningkat, khususnya tindakan pencurian atau perampokan yang dilakukan di perumahan atau perkantoran. Juga tingkat kesibukan masyarakat akan pekerjaan yang menyebabkan kurangnya perhatian terhadap keamanan rumah ataupun perkantoran dari bahaya tindakan kriminal pencurian atau kebakaran. Perampokan atau pencurian yang terjadi di rumah-rumah atau gedung-gedung perkantoran kerap kali terjadi saat pemilik sedang lengah atau tidak berada di rumah atau kantor mereka, sehingga ada perasaan khawatir atau was-was saat akan meninggalkan rumah atau kantor baik dalam waktu yang lama maupun waktu yang relatif sebentar. Alternatif yang diambil adalah menyewa sekuriti atau private guarduntuk menjaga keamanan. Namun langkah ini harus ditebus dengan harga yang mahal, karena harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal dan tidak efektif karena kemampuan sekuriti sangat terbatas. Oleh karena itu dirancanglah sebuah alat dengan teknologi yang sedang berkembang saat ini sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-sehari, sederhana namun sangat efektif. Dengan alat ini maka perasaan khawatir tentang keamanan yang sangat mahal dapat dihilangkan dan proteksi terhadap property lebih terjamin. Baik itu menghindarkan dari penyusup atau pun dari bahaya kebakaran ketika rumah ditinggalkan oleh pemiliknya.
Perancangan sistem keamanan seperti ini sudah ada sebelumnya pada pembuatan Proyek Akhir mahasiswa Politeknik Caltex Riau generasi ke-2 jurusan Teknik Telekomunikasi dengan judul Pembuatan Sistem Keamanan Rumah Dengan Auto-Dial Berbasis Mikrokontroller AT89C51, dengan DTMF pada telepon PSTN sebagai media transmisi dirancang dan dibuat oleh Melki dan Agoest, perbedaan dengan sistem keamanan yang akan dibuat adalah terletak pada seri mikrokontroller yang digunakan, dimana mikrokontroller yang digunakan adalah seri terbaru yang memiliki fitur dan kualitas yang lebih baik, serta media transmisi wireless atau nirkabel dengan memanfaatkan PTT pada Walkie-Talkie, perbedaan lain adalah sistem keamanan ini terintegrasi dengan sistem keamanan lain yang sebelumnya juga dibuat dengan sistem yang sama, sehingga akan salin mengirimkan informasi jika terjadi pencurian atau kebakaran disalah satu sistem keamanan.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan sistem keamanan terpadu berbasis mikrokontroler secara umum adalah:
  1. Merancang suatu transmitter sistem keamanan berbasis mikrokontroler AVR seri ATMega8535.
  2. Merancang suatu alat dalam hal ini transmitter untuk mendeteksi bahaya kebakaran dengan memanfaatkan sensor asap.
  3. Merancang suatu alat bagian transmitter untuk mendeteksi bahaya pencurian dengan memanfaatkan sensor magnet dan alarm.
  4. Merancang suatu alat khususnya transmitter yang dapat melakukan proses broadcast atau penyebaran informasi pada saat terjadi kebakaran atau pencurian ketempat lain yang memiliki sistem keamanan yang sama.


1.3. Perumusan Masalah
Keamanan merupakan salah satu aspek yang penting dalam sebuah sistem informasi. Melihat kondisi ini , maka dirancang sebuah alat yang efisien dan terjangkau. Dengan menggunakan alarm sebagai respon dari sensor magnet sebagai pendeteksi penyusup dan sensor asap sebagai pendeteksi kebakaran juga memanfaatkan transmisi Push To Talk (PTT) pada Walkie Talkie (WT) sebagai modulator dan memanfaatkan mikrokontroler AVR seri ATMega8535 sebagai pusat sistem dengan membuat pemograman Assembly pada mikrokontroller sebagai perintah kerja, sehingga dibuat sistem keamanan dan monitoring terintergrasi yang bekerja 24 jam tanpa mengenal lelah serta hemat biaya.
1.4. Ruang Lingkup
  • Pin I/O pada mikrokontroler AVR seri ATMega8535 dapat dikonfigurasi sebagai input atau output, dengan cara mengubah isi I/O register Data Direction Register.
  • Keluaran dari suatu port mikrokontroler hanya dapat mengemudikan perangkat output dengan arus yang kecil, maka dipergunakan penguat lagi berupa transistor atau IC penguat agar port tersebut tidak terbebani,
  • Sistem hanya mendeteksi sensor asap dan sensor pencuri (sensor magnet)
  • WalkieTalkie difungsikan sebagai modulator untuk media transmisi sebagai transmitter.
  • Perangkat HT tidak memperhitungkan adanya error detection dan error recoveryyang mungkin bisa terjadi

1.5. Manfaat
Adapun manfaat yang ingin diperoleh dari pembuatan tugas akhir ini adalah:
  1. Menghasilkan produk baru yang berupa barang inovatif dan mempunyai nilai jual.
  2. Menjadikan sistem keamanan berbasis mikrokontroller dan monitoring terintergrasi yang bekerja 24 jam
  3. Untuk memperluas dan mempermudah pengetahuan terutama mengenai mikrikontroller dan sensor, khususnya dalam penggunaan alat tersebut.
  4. Sebagai alat bantu untuk mencegah kejahatan dan kebakaran pada instansi yang membutuhkan

1.6 TINJAUAN PUSTAKA
Umum
Pengiriman data (transmisi) sebagai tanda pencurian dan kebakaran ini merupakan suatu sistem yang menjaga keadaan pada suatu ruangan tempat detektor berada. Adapun peristiwa yang dijaga oleh sistem ini adalah aksi penyusup yang memasuki ruangan tersebut tanpa izin dan indikasi kebakaran dengan adanya asap di ruangan tersebut.
Sistem keamanan bagian transmitter ini dirancang dengan berbasiskan mikrokontroller AVR seri ATMega8535 sebagai pusat sistem pengontrolan.Walkie Talkie dimanfaatkan sebagai modulator untuk media transmisi data. Sensor infrared dan photodioda bertindak sebagai pendeteksi asap adanya indikasi kebakaran. Dan sensor magnet bertindak sebagai pendeteksi penyusup yang masuk tanpa izin.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Mikrokontroler 
Mikrokontroller adalah suatu mikroprosesor plus. Mikrokontroller adalah pusat kerja dari suatu sistem elektronika seperti halnya mikroprosesor sebagai otak komputer. Adapun nilai plus bagi mikrokontroller adalah terdapatnya memori dan port input/output dalam suatu kemasan IC yang kompak. Kemampuannya yang programmable,fitur yang lengkap seperti ADC internal, EEPROM internal, port I/O, komunikasi serial. Juga harga yang terjangkau memungkinkan mikrokontroller digunakan pada berbagai sistem elektronis,seperti pada robot, automasi industri, sistem alarm, peralatan telekomunikasi, hingga sistem keamanan. Mikrokontroler AVR memiliki arsitektur RISC 8 bit, dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16 bit dan sebagian besar instruksi dalam 1 (satu) siklus clock, berbeda dengan instruksi MCS51 yang membutuhkan 12 siklus clock. Hal ini terjadi karena kedua jenis mikrokontroler tersebut memiliki arsitektur yang berbeda. AVR berteknologi RISC (Reduced Instruction Set Computing), sedangkan seri MCS51 berteknologi CISC (Complex Instruction Set Computing). Secara umum, AVR dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega, dan AT86RFxx. Pada dasarnya, yang membeda-bedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral, dan fungsinya. Dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan, mereka bisa dikatakan sama.Piranti dapat diprogram secara in-system programming (ISP) dan dapat diprogram berulang-ulang selama 10.000 kali baca/tulis didalam sistem.
ATMega8535 memilii bagian struktur bagian sebagai berikut :
  1. Saluran I/O sebanyak 32 buah, yaitu Port A, Port B, Port C, dan Port D.
  2. ADC 10 bit sebanyak 8 saluran
  3. Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan perbandingan.
  4. CPU yang terdiri atas 32 buah register.
  5. Watchdog Timer dengan osilator internal.
  6. SRAM sebesar 512 byte.
  7. Memori Flash sebesar 8 kb dengan kemampuan Read While Write.
  8. Unit interupsi internal dan eksternal.
  9. Port antarmuka SPI
  10. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi.

Fitur-Fitur ARDUINO UNO 
  1. Sistem mikroprosesor 16 bit berbasis CISC dengan kecepatan maksimal 32 MHz.
  2. Kapabilitas memori flash 8 KB, SRAM sebesar 512 byte, dan EEPROM (Electrically Erasable Programmable read Only Memory) sebesar 512 byte.
  3. ADC internal dengan fidelitas 10 bit sebanyak 8 channel.
  4. Portal komunikasi serial (USART) dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps.
  5. Enam pilihan mode sleep menghemat penggunaan daya listrik.
  6. Berperformen tinggi dan dengan konsumsi daya rendah (low power)

Sensor
Sensor adalah peralatan yang digunakan untuk merubah suatu besaran fisik menjadi besaran listrik sehingga dapat dianalisa dengan rangkaian listrik tertentu. Hampir seluruh peralatan elektronik yang ada mempunyai sensor didalamnya. Pada saat ini, sensor tersebut telah dibuat dengan ukuran sangat kecil dengan orde nanometer. Ukuran yang sangat kecil ini sangat memudahkan pemakaian dan menghemat energi.
Detektor Asap
Detektor asap ini terdiri dari 2 jenis yaitu photoelectric dan photodioda. Dimana perancangannya memanfaatkan partikel asap (indikasi kebakaran) sebagai penghalang sinar yang dipancarkan oleh infrared (photodioda). Saat photodioda tidak lagi menerima sinar infrared, maka seketika itu alarm akan berbunyi dan program akan bekerja bahwa indikasi akan terjadi kebakaran. Gambar dibawah ialah ilustrasi indikasi akan terjadinya kebakaran.
Sensor pintu (Magnetic door contact)
Sistem alarm ini adalah tanpa menggunakan kabel, sehingga tidak merusak keindahan rumah, pemasangan yang sangat cepat, pemutusan kabel oleh penjahat dapat dihindarkan, pemasangannya sangat mudah dan fleksibel. Dilengkapi dengan superdouble tape sehingga tinggal menempelkan sensor ditempat yang dikehendaki.
Point To point (PTT)
PTT ialah suatu fungsi komunikasi suara dengan menggunakan data yang bisa dilakukan pada jaringan selular. PTT adalah half-duplex yang berarti kita tidak bisa mendengar dan berbicara pada waktu yang bersamaan, hal ini mirip dengan walkie-talkie. PTT digunakan untuk menekan biaya komunikasi karena penggunaan jalur data lebih murah dibanding jalur suara.
Transmitter pada Walkie-Talkie
Walkie-talkie merupakan contoh dari transmisi dua arah bergantian, yaitu dapat mendengarkan atau berbicara secara bergantian. Tipe transmisi dua arah serentak (both-way transmission atau fullduplex) merupakan kanal dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah secara serentak (dapat mengirim dan menerima data pada saat bersamaan). Tipe transmisi dua arah bergantian (two way transmission atau half duplex) merupakan kanal transmisi dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah yang bergantian (satu arah dalam suatu saat tertentu), yaitu bila satu mengirimkan, yang lain sebagai penerima dan sebaliknya, tidak bisa serentak. Dengan transmisi dua arah bergantian maka dapat mengirim dan menerima data. Walkie-talkiemerupakan contoh dari transmisi dua arah bergantian, yaitu dapat mendengarkan atau berbicara secara bergantian.
LCD (Liquid Crystal Display)
Banyak sekali kegunaan LCD dalam perancangan suatu sistem yang menggunakan mikrokontroller. LCD berfungsi menampilkan suatu nilai hasil sensor, menampilkan teks, atau menampilkan menu pada aplikasi mikrokontroller. LCD yang digunakan adalah jenis M1632. Ukurannya adalah 16×2 karakter, artinya layar LCD terdiri dari 2 baris yang masing-masing memuat 16 karakter.


BAB III
PERANCANGAN
3.1. Tujuan perancangan
Pada fase perancangan si perancang harus menentukan hal-hal apa saja yang mejadi pertimbangan dalam membangun sebuah sistem.Perancangan sistem yang akan disusun tersebut akan direlisasikan ke dalam subjek yang akan dirancang. Hal ini sangat penting untuk memudahkan perancang pada fase penyelesaian subjek tersebut.Sehingga hasil yang diperoleh maksimal, tepat dan jelas.Adapun pelaksanaan dalam tugas akhir ini, tujuan utama dari perancangan ialah memudahkan dalam pembuatan blok-blok rangkaian yang saling menunjang operasi sistem secara optimal.
3.2.Langkah-langkah perancangan
Perancangan yang berhubungan dengan pembuatan sistem keamanan berbasis mikrokontroller ini dibagi atas dua tahap yaitu:
  1. Pembuatan blok diagram bagian transmitter sistem keamanan
Pembuatan blok diagram bertujuan untuk mempermudah realisasi sistem deskripsi sistem deskripsi sebagai basis security dan proteksi komunikasi Walkie-Talkiemenggunakan mikrokontroler AVR khususnya pada daerah kerja sistem transmitter.
  1. Perancangan bagian Elektronik bagian transmitter sistem keamanan
Pada bagian ini semua tahap pekerjaan yang berhubungan dengan rangkaian transmitter, diantaranya ialah
  1. Menentukan komponen yang digunakan untuk membuat rangkaian elektronik transmitter.
  2. Merangkai dan uji coba rangkaian transmitter.
  3. Menggabungkan rangkaian dari setiap blok diagram di project board.
  4. Melakukan uji coba rangkaian sistem.


3.3. Konfigurasi Pin ATMega8535
Secara fungsional konfgurasi ATMega8535 sebagai berikut;
  1. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya.
  2. GND merupakan pin
  3. Port A (PA0…PA7) merupakan pin I/O dua arah dan pin masukan catu ADC.
  4. Port B (PB0…PB7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu Timer/Counter, Komparator analog, dan SPI.
  5. Port C (PC0…PC7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu TWI, Komparator analog, dan Timer Oscillator
  6. Port D (PD0…PD7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus,yaitu komparator analog, Interupsi eksternal, dan komunikasi serial.
  7. RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroller.
  8. XTAL1 danXTAL2 merupakan pin masukan clock
  9. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC.
  10. AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC.














JADWAL
TAHAPNOV
07
DES
07
JAN
08
FEB
08
MAR
08
APR
08
MEI-JUN
08
JULI-AGUS
08
Studi LiteraturXXXXXXX
PerencanaanHardwareXXX
PembuatanHardwareXX
Trouble ShootingX
Pembuatan LaporanX
Sidang Tugas AkhirX








PERKIRAAN BIAYA
NoNama PeralatanJumlahHarga @ (Rp)Harga Total (@)
1LCD370,000.00   Rp 210.000,00
2ATMega 8535332,500.00Rp 97.500,00
3Walkie-Talkie530,000.00Rp 9.000,00
4Kristal 11 0592 Mhz35,000,00Rp 15.000,00
5PCB47,000.00       Rp 28.000,00
6Sensor pintu215,000.00Rp 30.000,00
7Arduino Uno2125,000,00       Rp 2500000
8Solder140,000.00Rp 40.000,00
9Toolbox160,000.00       Rp 60.000,00
TOTAL     Rp 499.500,00














BAB IV
PENUTUP
4.KESIMPULAN
Dari bab-bab sebelumnya, maka penyusun dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : rangkaian ini berfungsi untuk pengamanan,seperti untuk pengamanan rumah,dan deteksi kebakaran.

4.1 SARAN
Alat ini belum begitu dikembangkan di Indonesia,saya berharap kedepannya alat ini bisa dikembangkan jadi bisa digunakan di kehidupan sehari-hari.
Demikianlah sekiranya kesimpulan dan saran, yang diberikan agar dapat digunakan dalam menjadi sumber atau panduan dalam membuat system keamanan maupun alat – alat elektronika yang lain.

Kamis, 28 April 2016

KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH TINDAKAN ILLEGAL LOGGING YANG TERJADI DI INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Masalah

          Indonesia merupakan Negara agraris, yang mana terdiri dari daratan dan perairan yang luas. Indonesia memiliki banyak sekali pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan. Indonesia dari dulu terkenal merupakan daerah yang subur (daratan). Banyak sekali daerah daratan dari pada negara kita ini yang dimanfaatkan sebagai daerah pertanian dan juga perkebunan, hal ini karena daratan indonesia terkenal subur sehingga baik untuk dikembangkannya sektor tersebut. Namun semakin hari keadaan negeri kita semakin banyak mengalami perubahan. Seiring dengan perkembangan teknologi industri, banyak lahan-lahan pertanian dan perkebuanan yang subur dibangun diatasnya pabrik-pabrik industri dan juga perkotaan. Perkembangan zaman juga diikuti dengan semakin banyaknya jumlah penduduk yang mendiami negeri kita tercinta ini. Akibatnya, lahan pertanian dan perkebunan pun semakin sempit, yang mana dikarenakan adanya pembukaan lahan untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan kita. Selain itu juga banyaknya lahan-lahan yang mulai tercemar dengan limbah dan tingginya kandungan bahan-bahan kimia yang ada di dalam tanah kita. Banyak sekali lahan-lahan perkebunan yang dulunya masih hijau bisa dikatakan vegetasi yang ada masih cukup sekarang menjadi daerah yang kering dan gundul. Ini semua tidak lepas dari tindakan manusia itu sendiri yang kurang bertanggung jawab. Pada dasarnya semua yang kita lakukan akan kembali kepada kita semua kelak. Dari kegiatan-kegiatan tersebut di atas, sudah pasti menjadi penyebab mengapa banyak sekali terjadi bencana alam seperti halnya lonsor, banjir, dll. Penebangan hutan yang tidak mengikuti prosedur tebang pilih menjadi hal yang paling mendasar yang menyebabkan daerah hutan kita yang seharusnya lebat dengan pepohonan menjadi kering kerontang. Dari hal tersebut, banyak sekali yang merasakan dampaknya baik secara langsung maupun tidak. Banyak hewan-hewan yang turun ke daerah pemukiman penduduk, hal ini karena mereka tidak lagi memiliki tempat tinggal yang cocok untuk diri mereka. Mereka juga kekurangan makanan, sehingga banyak dari mereka yang menyerang pertanian kita. Jika kita sadar, manusia sering dirugikan karena, akibat ulahnya sendiri. Tidah hanya hewan yang dirugikan, namun di sini yang paling dirugikan adalah alam semesta ini. Sehingga jangan heran jika banyak sekali benca banjir, longsor, dll yang terjadi di daerah sekitar kita ini. 

Umat manusia kurang peduli pada norma-norma kehidupan atau mengganti norma-norma yang seharusnya dengan norma-norma ciptaan dan kepentingannya sendiri. Manusia modern menghadapi alam hampir tanpa menggunakan ‘hati nurani. Alam begitu saja dieksploitasi dan dicemari tanpa merasa bersalah. Akibatnya terjadi penurunan secara drastis kualitas sumber daya alam seperti lenyapnya sebagian spesies dari muka bumi, yang diikuti pula penurunan kualitas alam. Dengan demikian masalah lingkungan hidup tak lain adalah soal bagaimana mengembangkan falsafah hidup yang dapat mengatur dan mengembangkan eksistensi manusia dalam hubungannya dengan alam. Isu-isu kerusakan lingkungan menghadirkan persoalan etika yang rumit. Karena meskipun pada dasarnya alam sendiri sudah diakui sungguh memiliki nilai dan berharga, tetapi kenyataannya terus terjadi pencemaran dan perusakan. Kita akan menyadari bahwa relasi kita dengan generasi akan datang, yang memang tidak bisa timbal balik. Karenanya ada teori etika lingkungan yang secara khusus memberi bobot pertimbangan pada kepentingan generasi mendatang dalam membahas isu lingkungan ini. Apapun yang kita lakukan pada alam akan mempengaruhi mereka. Pernyataan ini turut memunculkan beberapa pandangan tentang etika lingkungan dalam pendekatannya terhadap alam dan lingkungan. 



Pembahasan Masalah
Metode penulisan yang diimplementasikan dalam makalah ini ialah metode pustaka, yakni dengan menggali berbagai data yang dibutuhkan dari buku. Selanjutnya dengan  metode diskusi. Diskusi dilakukan antar sesama anggota kelompok dan pihak lain yang memilki informasi yang berelasi dengan judul yang diusung pada makalah ini.  Kemudian, dalam proses penyelesaian makalah  juga menggunakan data yang diperoleh via internet

Rumusan Masalah
Sesuai dengan judul makalah ini yaitu tentang ilegal logging, maka untuk memperjelas
ruang likup pembahasan, penulis memiliki batasan masalah antara lain :
a. Pengertian pembalakan liar atau illegal logging
b. Faktor-faktor penyebab illegal logging
c. Dampak dari illegal logging
d. Solusi untuk mengatasi illegal logging

Tujuan Penulisan
a. Menganalisis berbagai penyebab yang mendorong semakin maraknya praktek illegal logging di   
    Indonesia
b. Menganalisis pelaku (subject) praktek illegal logging di Indonesia
c. Mengetahui dampak (effect) yang ditimbulkan dari praktek illegal logging di  Indonesia
d. Menganalisis berbagai cara efektif untuk mengurangi praktek illegal logging di    Indonesia.



BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Illegal Logging
            Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan cukup luas. Hampir 90 persen hutan di dunia dimiliki secara kolektif dimiliki oleh Indonesia dan 44 negara lain. Bahkan, negeri ini juga disebut sebagai paru-paru dunia.Hutan-hutan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tertinggi di dunia, meskipun luas daratannya hanya 1,3 persen dari luas daratan di permukaan bumi. Kekayaan hayatinya mencapai 11 persen spesies tumbuhan yang terdapat di permukaan bumi. Selain itu, terdapat 10 persen spesies mamalia dari total binatang mamalia bumi, dan 16 persen spesies burung di dunia.
           Selain itu, Pemerintah juga pernah mengklaim, sampai dengan tahun 2005, Indonesia memiliki kawasan hutan 126,8 juta hektare dengan berbagai pembagian fungsi. Yaitu, fungsi konservasi (23,2 juta hektare), kawasan lindung (32,4 juta hektare), hutan produksi terbatas  (21,6 juta hektare), hutan produksi (35,6 juta hektare), dan hutan produksi konversi (14,0 juta hektare). Tetapi aset negara tersebut dirusak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melalui aksi pembalakan liar.Pembalakan liar atau istilah dalam bahasa inggrisnya illegal logging adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat.
           Illegal Logging menurut UU No 41/1999 tentang Kehutanan adalah perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh setiap orang/kelompok orang atau badan hukum dalam bidang kehutanan dan perdagangan hasil hutan berupa,menebang atau memungut hasil hutan kayu (HHK) dari kawasan hutan tanpa izin, menerima atau membeli HHK yang diduga dipungut secara tidak sah, serta mengangkut atau memiliki HHK yang tidak dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).Selama sepuluh tahun terakhir, laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai dua juta hektar per tahun. Penebangan liar (illegal loging) adalah penyebab terbesar kerusakan hutan itu.
  
         Menurut data Departemen Kehutanan tahun 2006, luas hutan yang rusak dan tidak dapat berfungsi optimal telah mencapai 59,6 juta hektar dari 120,35 juta hektar kawasan hutan di Indonesia,dengan laju deforestasi dalam lima tahun terakhir mencapai 2,83 juta hektar per tahun.Bila keadaan seperti ini dipertahankan, dimana Sumatera dan Kalimantan sudah kehilangan hutannya, maka hutan di Sulawesi dan Papua akan mengalami hal yang sama. Menurut analisis World Bank, hutan di Sulawesi diperkirakan akan hilang tahun 2010.

2.2  Faktor-faktor Penyebab Illegal Logging
            Adapun faktor penyebab pembalakan liar adalah pembalakan untuk mendapatkan kayu dan alih fungsi lahan untuk kegunaan lain, seperti perkebunan, pertanian dan pemukiman. Seiring berjalannya waktu pertambahan penduduk dari hari ke hari semakin pesat sehingga menyebabkan tekanan kebutuhan akan tempat tinggal, pohon-pohon ditebang untuk dijadikan tempat tinggal ataupun dijadikan lahan pertanian. Faktor lainnya yaitu faktor kemiskinan dan faktor lapangan kerja. Umumnya hal ini terjadi kepada masyarakat yang berdomisili dekat ataupun di dalam hutan. Ditengah sulitnya persaingan di dunia kerja dan himpitan akan ekonomi, masyarakat mau tidak mau berprofesi sebagai pembalak liar dan dari sini masyarakat dapat menopang kehidupannya. Hal inilah yang terkadang suka dimanfaatkan oleh cukong-cukong untuk mengeksploitasi hasil hutan tanpa ada perizinan dari pihak yang berwenang. Padahal apabila dilihat upah tersebut sangatlah tidak seberapa dibandingkan dengan akibat yang akan dirasakan nantinya.
Selain itu juga tentang aspek kinerja aparatur di lapangan, kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama. Salah satu caranya yaitu dengan dibentuk suatu aparatur yang tugasnya bukan hanya menjaga namun juga mengawasi tindakan penyalahgunaan fungsi hutan. Namun pada kenyataan kinerja aparatur di lapangan ini masih belum berjalan dengan baik dikarenakan tidak seimbangnya jumlah personil aparatur pengawas dengan jumlah luas hutan di Indonesia sehingga tindakan illegal logging ini dapat mungkin terjadi karena luput dari pengawasan petugas tersebut. Tak jarang ada juga petugas pengawas yang masih melakukan ”kompromi” dengan pelaku illegal logging sehingga akan semakin memperparah kondisi yang ada.
Perkembangan teknologi yang pesat sehingga kemampuan orang untuk mengeksploitasi hutan khususnya untuk illegal logging semakin mudah dilakukan. Dengan semakin berkembangnya teknologi untuk menebang pohon diperlukan waktu yang tidak lama, karena alat-alatnya semakin canggih.Kayu masih menjadi primadona Pendapatan Asli Daerah. Produksi komersial mencakup produksi kayu dan olahannya, produksi sawit, serta perkebunan lain.

2.3  Dampak Illegal Logging

Ø    Kepunahan berbagai varietas hayati
Illegal logging yang kian marak tentunya akan merusak bahkan menghilangkan habitat asli dari berbagai flora dan fauna. Dengan rusaknya habitat mereka, maka mereka akan kesulitan
untuk melangsungkan kehidupannya, seperti kesulitan mencari makan akibat sumber makanan mereka yang ditebang, tidak adanya tempat untuk berkembang biak dan sebagainya. Contoh nyata ialah populasi orang hutan yang terancam punah, khususnya di Pulau Kalimantan yang diakibatkan illegal logging dan pengalih fungsian hutan menjadi perkebunan sawit. Selain itu, populasi gajah Sumatra juga terancam punah akibat pembalakan hutan.
Ø  Menimbulkan Bencana  Alam
Pohon-pohon ditebangi hingga jumlahnya semakin hari semakin berkurang menyebabkan hutan tidak mampu lagi menyerap air hujan yang turun dalam jumlah yang besar,sehingga air tidak dapat meresap ke dalam tanah. Tentunya, ini bisa menyebabkan banjir.
Ø  Menipisnya Cadangan Air
Seperti yang kita ketahui, salah satu fungsi hutan ialah tempat cadangan air. Dengan semakin
maraknya illegal logging akan mengurangi eksistensi hutan, maka cadangan air bersih juga akan berkurang. Itulah sebabnya, di Indonesia sering terjadi kekeringan air khususnya pada musim kemarau.
Ø  Merusak Lapisan Tanah
Ketika eksistensi hutan menurun, maka hutan akan tidak optimal untuk menjalankan fungsinya menjaga lapisan tanah sehingga akan memperbesar probabilitas terjadi erosi yang nantinya dapat mengakibatkan lapisan tanah hilang dan rusak.


Ø  Penyebab Global Warming
Global warming membawa dampak berupa bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, seperti angin puyuh, seringnya terjadi ombak yang tinggi, dan sulitnya memprediksi cuaca yang mengakibatkan para petani yang merupakan mayoritas penduduk di Indonesia sering mengalami gagal panen. Global warming juga mengakibatkan semakin tingginya suhu dunia, sehingga es di kutub mencair yang mengakibatkan pulau-pulau di dunia akan semakin hilang terendan air laut yang semakin tinggi volumenya. Global warming terjadi oleh efek rumah kaca dan kurangnya daerah resapan CO2 seperi hutan. Hutan di Indonesia yang menjadi paru- paru dunia telah hancur oleh ulah para pembalak liar.
Ø  Berkurangnya Pendapatan Negara
Dari perspektif ekonomi kegiatan illegal logging telah mengurangi penerimaan devisa negara dan pendapatan negara. Berbagai sumber menyatakan bahwa kerugian negara yang diakibatkan oleh illegal logging mencapai Rp 30 trilyun per tahun.
Ø  Dilihat dari aspek sosial,
Illegal logging menimbulkan berbagai konflik hak atas hutan, konflik kewenangan mengelola hutan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah serta masyarakat adat setempat.
Ø  Dilihat dari aspek budaya
Illegal logging dapat memicu ketergantungan masyarakat terhadap hutan yang pada khirnya akan dapat merubah perspektif dan perilaku masyarakat adat setempat terhadap hutan.


2.4  Solusi untuk mengatasi Illegal Logging
1. Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
2. Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
3. Manipulasi lingkungan serta pengendalian hama dan penyakit juga bisa  dilakukan untuk memulihkan kembali hutan di Indonesia.                                                                                                                                                   
4. Penanaman hutan secara intensif menjadi pilihan terbaik karena bisa diprediksi. Sehingga, kebutuhan kayu bisa diperhitungkan tanpa harus merusak habitat hutan alam yang masih baik.
5. Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan. Misalkan dengan upaya pengawasan dan penindakan yang dilakukan di TKP (tempat kejadian perkara),
10
yaitu di lokasi kawasan hutan dimana tempat dilakukannya penembangan kayu secara illegal. Mengingat kawasan hutan yang ada cukup luas dan tidak sebanding dengan jumlah aparat yang ada, sehingga upaya ini sulit dapat diandalkan, kecuali menjalin kerjasama dengan masyarakat setempat. Ini pun akan mendapat kesulitan jika anggota masyarakat itu justru mendapatkan keuntungan materiil dari tindakan illegal logging.
6. Upaya lain yang juga dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pos-pos tempat penarikan retribusi yang banyak terdapat di pinggir-pinggir jalan luar kota. Petugas pos retribusi hanya melakukan pekerjaan menarik uang dari truk yang membawa kayu, hanya sekedar itu. Seharusnya di samping melakukan penarikan uang retribusi juga sekaligus melakukan pengecekan terhadap dokumen yang melegalkan pengangkutan kayu. Dengan tindakan pengecekan seperti ini, secara psikologis diharapkan dapat dijadikan sebagai upaya shock therapy bagi para sopir truk dan pemodal. Selain dari itu, juga harus dilakukan patroli rutin di daerah aliran sungai yang dijadikan jalur pengangkutan kayu untuk menuju terminal akhir, tempat penampungan kayu.
7. Upaya ketiga adalah menelusuri terminal/tujuan akhir dari pengangkutan kayu illegal, dan biasanya tujuan itu adalah perusahaan atau industri yang membutuhkan bahan baku dari kayu. Upaya ini dirasa cukup efektif untuk menanggulangi perbuatan-perbuatan illegal logging. Perusahaan atau industri seperti ini dapat dituding telah melakukan “penadahan”.Perbuatan menampung terhadap kayu-kayu illegal oleh perusahaan, yang dalam bahasa hukum konvensional KUHP disebut sebagai penadahan tersebut, dapat dikategorikan sebagai kejahatan korporasi .


BAB III
PENUTUP

 Kesimpulan
Illegal logging merupakan salah satu kasus di sektor kehutanan  Indonesia yang tidak bisa
diremehkan, mengingat dampak negatif yang ditimbulkannya baik secara langsung maupun tidak langsung cukup bersifat signifikan di kehidupan masyarakat sehari-hari. Penebangan kayu secara liar (illegal logging) merupakan gejala yang muncul akibat berbagai permasalahan yang sangat kompleks melibatkan banyak pihak dari berbagai lapisan. Ditambah lagi, bila praktek ini tetap dilakukan dengan itensitas yang tinggi, akan mengancam
kehidupan anak cucu kita di masa mendatang. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian yang intensif dan kooperasi yang solid antar pihak.

Rabu, 27 April 2016

TERKADANG

Ada pula cinta yang coba memaksa, datang menghantui Reza, memburamkan pandangannya agar Anastasha menghilang dari hatinya. Lantas cinta itu tak kuat merasuk ke hatinya hingga hilang dan berlalu begitu saja. Anatasha lah pemilik hati Reza seutuhnya. Hingga tak ada celah yang tersisa.
Tak sedikit air mata Reza yang tertumpah untuk Anatasha, manakala melihat tempat yang sering mereka lalui berdua hanya akan jadi kenangan.
Tak kalah hebat cinta Anatasha untuk Reza, korban rasa jadi hal biasa untuknya. Berpura-pura lupa telah mencinta, menyiksa hatinya demi kebohongan belaka. Hingga Reza tak terluka lagi dihatinya. Meski ceroboh tapi Anatasha melakukan yang terbaik untuk kekasihnya.
Tak terasa sampai pada waktu dimana 1 bulan kebersamaan mereka hanya tersisa 1 jam saja. Tak banyak yang bisa dipersembahkan Reza untuk Anatasha yang waktunya hanya tersisa satu jam saja. Kemudian handphonenya berdering. Tak lama membuka handphone, airmatanya bercucuran di pipi. ‘waktu anda tersisa 1 jam’ begitulah tertulis pada catatan handphonenya. Pantas airmatanya berderai.
“Kenapa Reza menangis.
“Aku hanya bahagia pernah berdampingan denganmu. Airmata ini sepertinya tulus keluar dari mataku,” Reza hanya tersenyum agar Anatasha tak mengkhawatirkan perasaannya.
“Meski itu bohong tapi aku bahagia mendengar ucapanmu,” tepisnya ragu perasaan Reza.
Reza hanya tersenyum. Kemudian bergerak, jalan menuju Anastasha.
“Hanya ada satu jam waktuku bersamamu, lalu apa yang kamu inginkan dariku? Apa aku harus melompat dari gedung tertinggi itu,” ujar Reza menunjuk gedung paling tinggi ditempat mereka berada, “Atau kamu mau aku menunggumu kembali?” lanjut Reza.
Airmata tulus mulai meleleh dari mata Anatasha. “Sudah saatnya cintamu diperbarui!!! Hari ini kurasa cintamu sudah sampai dibatas akhir.”
“Kalaupun kudapatkan kesempatan itu. Aku hanya ingin memperbarui cintaku dengan orang yang sama bukan dengan yang baru.”
“Bagaimana jika orang yang sama itu tiba-tiba menghilang?”
“Aku akan menunggunya kembali!!! Kapanpun aku menemukannya, aku akan mencintainya lagi. Seperti ini, iya benar-benar seperti ini.”
Anatasha menangis tanpa suara, melangkah tak bernada, kemudian bergerak, berdiri tepat membelakangi lelaki yang di cintainya.
“Waktumu hanya tersisa setengah jam. Lalu apa yang kamu inginkan dariku?”
“Gendong aku kemanapun kamu mau, kemudian bila aku diam, jangan pernah menoleh kebelakang. Jangan pernah berbalik melihatku, biarkan aku menghilang.”
“Sekali lagi aku mohon, saat aku tiada jangan pernah berbalik untuk mencariku, biarkan saja aku menghilang. Kumohon biarkan aku jadi bagian terindah dimasa lalumu. Biarkan aku tergantikan oleh orang lain.” Lanjut Anatasha terbata-bata dengan airmata yang membasahi pipinya.
“Bagaimana kubisa lakukan itu? Sementara sebentar saja aku tak melihatmu, aku berlari mencarimu. Mungkinkah aku bisa membiarkanmu pergi untuk selamanya? Aku tak akan menemukanmu lagi meski aku berlari lebih cepat dari biasanya.”
“Sebelum bertemu denganmu, aku hanya punya lem dan benang ditepian hatiku. Kemudian kamu datang merajut hatiku dengan benang itu, dan kamu kuatkan rajutan itu dengan lemnya. Lantas, bagaimana ia akan terbuka lagi?” lanjut Reza dengan airmata yang perlahan menetes.
“Biarkan ia sampai mengeras, tak lama ia akan pecah. Kemudian ada celah yang terbuka disana. Perlahan benangnya akan putus karna rapuh. Lalu ia sepenuhnya akan terbuka.”
“Tidak…! Jika benangnya putus dan hatiku terbuka, aku akan merajutnya kembali, meski itu menyakitkan. Tapi aku akan melakukannya.”
“Biarkan saja ia terbuka.” Suara Anatasha mulai letih, matanya terpejam. Tak lama badannya memberat.
Akhirnya, cinta mereka berhenti pada masa yang berbahagia. Dimana mereka saling tau apa yang dirasa, meski airmata yang jadi saksinya. Cukup yang dicinta tau apa yang di rasa, itu sudah cukup untuk bahagia.

Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Globalisasi


Eksistensi Bahasa Indonesia Pada era globalisasi sekarang ini, jati diri bahasa Indonesia perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya asing yang tidak sesuai dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia. Pengaruh alat komunikasi yang begitu canggih harus dihadapi dengan mempertahankan jati diri bangsa Indonesia, termasuk jati diri bahasa Indonesia. Ini semua menyangkut tentang kedisiplinan berbahasa nasional, pemakai bahasa Indonesia yang berdisiplin adalah pemakai bahasa Indonesia yang patuh terhadap semua kaidah atau aturan pemakaian bahasa Indonesia yang sesuai dengan situasi dan kondisinya. Disiplin berbahasa Indonesia akan membantu bangsa Indonesia untuk mempertahankan dirinya dari pengaruh negatif asing atas kepribadiannya sendiri. Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, peningkatan pendidikan bahasa Indonesia di sekolah-sekolah perlu dilakukan melalui peningkatan kemampuan akademik para pengajarnya. Bahasa dan Sastra Indonesia adalah sebagai sarana pengembangan penalaran. Pembelajaran bahasa Indonesia selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir, bernalar, dan kemampuan memperluas wawasan. Peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana keilmuan perlu terus dilakukan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seirama dengan ini, peningkatan mutu pengajaran bahasa Indonesia di sekolah perlu terus dilakukan. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia sudah berusia ± 80 tahun. Jika dianalogikan dengan kehidupan manusia, dalam rentang usia tersebut idealnya sudah mampu mencapai tingkat kematangan dan kesempurnaan, sebab sudah banyak merasakan lika-liku dan pahit-getirnya perjalanan sejarah. Untuk menggetarkan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, pemerintah telah menempuh politik kebahasaan, dengan menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, bahasa Indonesia justru dihadang banyak masalah. Pertanyaan bernada pesimis justru bermunculan. Mampukah bahasa Indonesia menjadi bahasa budaya dan bahasa Iptek yang berwibawa dan punya prestasi tersendiri di tengah-tengah dahsyatnya arus globalisasi? Mampukah bahasa Indonesia bersikap luwes dan terbuka dalam mengikuti derap peradaban yang terus gencar menawarkan perubahan dan dinamika? Masih setia dan banggakah para penuturnya dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi yang efektif di tengah-tengah perubahan dan dinamika itu? Jika kita melihat kenyataan di lapangan, secara jujur harus diakui, bahasa Indonesia belum difungsikan secara baik dan benar. Para penuturnya masih dihinggapi sikap inferior (rendah diri) sehingga merasa lebih modern, terhormat, dan terpelajar jika dalam peristiwa tutur sehari-hari, baik dalam ragam lisan maupun tulis, menyelipkan setumpuk istilah asing, padahal sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi, beberapa kaidah yang telah dikodifikasi dengan susah-payah tampaknya belum banyak mendapatkan perhatian masyarakat luas. Akibatnya bisa ditebak, pemakaian bahasa Indonesia bermutu rendah: kalimatnya rancu dan kacau, kosakatanya payah, dan secara semantik sulit dipahami maknanya. Anjuran untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar seolah-olah hanya bersifat sloganistis, tanpa tindakan nyata dari penuturnya (Sawali Tuhusetya, 2007). Melihat persoalan di atas, tidak ada kata lain, kecuali menegaskan kembali pentingnya pemakaian bahasa Indonesia dengan kaidah yang baik dan benar. Hal ini –disamping dapat dimulai dari diri sendiri- juga perlu didukung oleh pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. 

Minggu, 27 Maret 2016

TUGAS SOFTSKILL 1 ( BAHASA INDONESIA 2 )

TUGAS I


NAMA: ANDI SETIAWAN
KELAS: 3KB05
NPM: 20113873


1. Aspek penalaran dalam karangan

A. Kegiatan menulis sebagai proses bernalar

Menulis merupakan proses bernalar. Untuk menulis suatu topik kita harus berfikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya. Menulis merupakan proses bernalar. Dimana pada saat kita ingin menulis sesuatu tulisan baik itu dalam bentuk karangan atau pun yang lainnya, maka kita harus mencari topiknya terlebih dahulu. Dan dalam mencari suatau topik tersebut kita harus berfikir, maka pada saat kita berfikir tanpa kita sadari kita sendiri telah melakukan proses penalaran. maka pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan sedikit mengenai menulis merupakan prosae bernalar.
Setiap hari kita selalu menggunakan otak kita untuk berfikir, bahkan setiap detik dan menit kita menggunakan otak kita untuk berfikir. Pada saat kita berpikir, maka dalam benak kita akan akan timbul bermacam-macam gambaran tentang sesuatu yang hadirnya tidak secara nyata. misalnya pada saat-saat kita melamun. Kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Jenis kegiatan berpikir vang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar.
Berdasarkan uraian di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperolch kesimpulan berupa pengetahuan.

B. Arti penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.




C. Hal-Hal yang berhubungan dengan penalaran



2. PENALARAN INDUKTIF

A. Pengertian Induktif
Penalaran induktif yaitu proses penalaran untuk menarik kesimpulan dari prinsip/sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus (induksi).
Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengenmbangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistic, dan lain-lain.
Contoh:
•         Jika dibakar plastic akan meleleh,
•         Jika dibakar sedotan akan meleleh,
•         Jika dibakar ember akan meleleh,
•         Jika dibakar botol akan meleleh,
•         Jadi jika benda plastic dibakar akan meleleh

Analogi
Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya.

Contoh:
•         Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih.
•         Bayi akan dibentuk pribadinya sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas putih dapat diisi dengan berbagai hal sesuai dengan keinginan pemiliknya.
•         Bila bayi didik dengan baik maka akan seperti kertas yang terisi dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.
•         Jadi membentuk kepribadian baik seorang anak, ibarat menulis kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat.
 Hal-hal yang berhubungan dengan Induktif
Penalaran Induktif dan Coraknya
Penalaran induktif dapat dilakukan dengan tiga cara : generalisasi, analogi, hubungan kausal ( hubungan sebab akibat.)





3.      PENALARAN DEDUKTIF
A.    Pengertian Deduktif
Penalaran deduktif adalah menarik kesimpulan khusus dari premis yang lebih umum. Jika premis benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, maka dapat dipastikan hasil kesimpulannya benar. Jika penalaran induktif erat kaitannya dengan statistika, maka penalaran deduktif erat dengan matematika khususnya matematika logika dan teori himpunan dan bilangan.








Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

Contohnya:
Semua manusia akan mati
Amin adalah manusia
Jadi, Amin akan mati (konklusi / kesimpulan)



 Entimen

Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Contoh :
Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
Pada malam hari tidak ada matahari
Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis

 Contoh Kasus:
Masyarakat Indonesia plagiat (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah peniru (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.





Sumber:

•          https://masrogultom.wordpress.com/2015/10/14/hal-hal-yang-berhubungan-dengan-penalaran-deduksi-dan-induksi/
•         https://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
•         https://apriyantiweny.wordpress.com/2015/04/23/menulis-sebagai-proses-penalaran/
- https://google.com/pengertian-entimen/