Rabu, 24 Desember 2014

konvoi HR106 a.k.a LA SAMBA/BOSMUDA Feat HR62 a.k,a DEADLINE/TEAM KEJAR ...

PROPOSAL PENAWARAN JASA JARINGAN DAN DATABASE E-BANKING BESERTA RESIKO KERJA

PROPOSAL PENAWARAN JASA JARINGAN DAN DATABASE E-BANKING BESERTA RESIKO KERJA

Hasil gambar untuk LOGO GUNADARMA 

DISUSUN OLEH

ANDI SETIAWAN

20113873

2KB05

 MATA KULIAH SOFTSKILL

MANAJEMEN PROYEK DAN RESIKO

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR
 
      Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
      Terdorong oleh rasa ingin tahu, kemauan, kerja keras dikerahkan demi mewujudkan keinginan ini. Semoga tulisan ini dapat memenuhi kewajiban saya dalam tugas materi Proposal penawaran jasa jaringan dan database beserta resiko resiko kerja
      Adapun harapan saya, semoga tulisan ini dapat menambah pula wawasan terhadap Penerapan Manajemen serta dapat memahami apa itu Manajemen Proyek dan sebagainya.
      Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan tugas makalah ini.
 
 
 
 
                                                                                                                                              penulis
 
 
 
andi setiawan 
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
 
      Kepercayaan terhadap perbankan tidak hanya terkait dengan keamanan simpanan nasabah di bank tersebut, tetapi juga terhadap keamanan sistem dan prosedur, pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.
      Salah satu aspek risiko yang hingga kini belum banyak diantisipasi adalah kegagalan transaksi perbankan melalui teknologi informasi (technology fraud) yang dalam risiko perbankan masuk kategori sebagai risiko operasional. Secara umum, risiko operasional, menurut Basel Accord, didefinisikan sebagai kerugian akibat terjadinya kegagalan akibat faktor manusia, proses, dan teknologi yang menyebabkan terjadinya ketidakpastian pendapatan bank.
      Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, proses operasional sebagian besar bank saat ini dilakukan selama 24 jam tanpa mengenal batasan jarak, khususnya bagi bank-bank yang telah dapat melakukan aktivitas operasionalnya melalui delivery channels, misalnya ATM, internet banking, phone banking, dan jenis transaksi media elektronik banking lainnya.
      Dengan demikian, ngendalian dan pengawasan operasio- nal harus dilakukan pula secara 24 jam dan harus bersifat menyeluruh. Peng-awasan dan pengendalian operasional ndak dapat lagi dilakukan dengan metode sample semata untuk memastikan bahwa operasional bank telah berjalan dengan baik.

 

 1.2.Rumusan masalah

 Aktivitas perbankan cukup pesat akhir-akhir ini. Hal ini ditandai oleh jasa perbankan yang terus bertambah. Beberapa diantaranya yang cukup mengalami perkembangan adalah bisnis internet banking. Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dalam perekonomian dan tak terkecuali pada bisnis jasa perbankan. Transaksi berbasis elektronik termasuk internet adalah salah satu produk baru bagi perbankan.
      Namun, meskipun perbankan memperoleh manfaat dari penggunaan internet tersebut, terdapat pula risiko yang melekat pada kegiatan yang dimaksud diantaranya risiko strategik, risiko reputasi, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum, risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas. Internet banking meningkatkan risiko strategik, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum serta risiko reputasi. Pihak bank harus melakukan indentifikasi, melakukan pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko dengan prinsip kehati-hatian

 

 1.3.manajemen resiko 

Satu, risiko strategis (strategic risk). Risiko ini berkutat dalam kebijakan atau strategi yang akan dijalankan suatu bank. Tertimpa risiko ini berarti akan berujung kerugian dan berkurangnya modal. Hal ini akan bertambah parah jika tidak didukung struktur organisasi dan sumber daya yang ahli mengelola internet banking. Jadi, perlu hati-hati.

Dua, risiko transaksi (transaction risk). Risiko ini mengancam laba dan modal bank yang ditimbulkan oleh fraud, kesalahan (errors), kealpaan, dan ketidakmampuan mengelola tingkat pelayanan yang ditawarkan atau yang menjadi ekspektasi para nasabah. Pasalnya, internet banking memerlukan internal kontrol yang kuat dan sistem yang selalu siap. Karena bank menggunakan pihak ketiga dalam penyediaan sistem, pihak ketiga yang memberikan jasa tersebut jelas akan meningkatkan risiko transaksi tersebut.
      Tiga, risiko kepatuhan (compliance risk). Risiko ini muncul akibat pelanggaran dan ketidakpatuhan bank terhadap hukum, peraturan, dan standard etika. Jika tertimpa risiko ini, reputasi bank bisa jatuh, merugi, bahkan bisa mengurangi kesempatan berbisnis. Untuk memitigasinya, bank harus betul-betul paham dan mampu menginterprestasikan secara benar, khususnya peraturan-peraturan seputar internet banking dunia.
      Empat, risiko reputasi (reputational risk). Hancurnya reputasi bank biasanya berjalan seiring dengan risiko-risko lain. Dropnya sistem internet banking yang frekuentif atau kecepatan sistem yang rendah bisa membuat buruknya pendapat publik terhadap suatu bank.
      Lima, risiko keamanan informasi ( information security risk). Risiko ini bisa menggerus keuntungan dan modal bank yang ditimbulkan dari penjahat-penjahat maya (hackers) ataupun orang-dalam sendiri. Belum lagi virus-virus, pencurian data, penghancuran data, dan fraud yang juga bisa menghantam bank. Risiko ini sangat krusial dan perlu sangat diwaspasi bank-bank.
      Enam, risiko kredit (credit risk). Risiko ini juga berpotensi meningkat karena internet banking membuat para nasabah bisa mengajukan aplikasi kredit dari mana pun di dunia ini. Bank-bank tentu akan sangat sulit memverifikasi dan mengidentifikasi nasabah jika bank menawarkan kredit melalui internet.
      Tujuh, risiko suku bunga (interest rate risk). Dengan menawarkan jasa internet banking, risiko suku bunga pada banking book (beda suku bunga antara aset dan kewajiban bank) juga berpotensi meningkat. Dengan internet banking, nasabah akan sangat mudah membandingkan suku bunga simpanan dan pinjaman. Untuk itu, bank perlu cepat melakukan perubahan terhadap perubahan suku bunga pasar jika tidak ingin ditinggalkan nasabahnya.
      Delapan, risiko likuiditas (liquidity risk). Risiko ini juga harus dicermati. Dengan adanya internet banking, para nasabah menjadi lebih gampang menarik kas dan menransfer kepada pihak ketiga. Sekalipun transfer dilakukan ke rekening pada bank yang sama, ini bisa saja menjadi masalah. Sebab, pihak ketiga bisa saja menariknya dalam bentuk kas atau menransfernya ke bank pesaing. Dengan penerapan internet banking, tentu, bank perlu menyesuaikan manajemen likuiditasnya kalau tidak ingin kelabakan.
2
      Selain hal di atas tersebut, prinsip manajemen risiko sangat diperlukan di sini. Internet banking dibagi dalam tiga bagian yaitu pengawasan aktif komisaris dan direksi Bank, pengendalian pengamanan, serta manajemen risiko hukum dan risiko reputasi sebagai berikut :
      Pengawasan Aktif Komisaris dan Direksi Bank Komisaris dan Direksi Bank bertanggung jawab dalam melakukan pengembangan strategi bisnis dan pengawasan manajemen yang efektif terhadap risiko atas penyelenggaraan internet banking. Pengawasan ini didasarkan pada kebijakan tertulis secara normatif yang ditetapkan komisaris dan direksi bank.
      Pengendalian Pengamanan, hal ini dikarenakan risiko pengamanan yang meningkat akibat dari aktivitas internet banking. Oleh karena itu, perbankan perlu melakukan pengujian identitas nasabah, pengujian keaslian transaksi, penerapan prinsip pemisahan tugas, pengendalian terhadap penggunaan hak akses terhadap sistem, dan perlindungan terhadap integritas data maupun kerahasiaan informasi penting pada internet banking.
      Manajemen Risiko Hukum dan Risiko Reputasi. Untuk mengatasi risiko hukum dan risiko reputasi, pelayanan jasa internet banking sebaiknya dilaksanakan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan harapan nasabah. Agar dapat memenuhi harapan nasabah, perbankan harus memiliki kapasitas, kontinuitas usaha dan perencanaan darurat yang efektif.
 
 
1.3.Tujuan
·         Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime.
·         Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, E-Banking, proteksi account bank, dll.
·         Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker).
1.4.Manfaat
·         Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data
·         Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas E-Banking dan ATM.
 
 
BAB II
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
2.1. Perencanaan Biaya
·         Hardware
90 Unit computer        x          Rp 6.000.000,-            =          Rp 540.000.000,-
90 Unit Printer            x          Rp 500.000,-               =          Rp  45.000.000,-
            Total    =          Rp 585.000.000,-
·         Software
90 paket MS Office     x          Rp 1.700.000,-             =          Rp 153.000.000,-
90 paket original OS   x          Rp 1.500.000,-             =          Rp 135.000.000,-
             Total    =          Rp 288.000.000,-
·         Perlengkapan Alat Kantor
 
90 Meja Kerja              x          Rp 2.000.000,-            =          Rp 180.000.000,-
Kertas A4 x 100 Rim   x          Rp 50.000,-                 =          Rp 5.000.000,-
50 Lemari arsip kerja   x          Rp 4.000.000,-            =          Rp 200.000.000,-
                                                                         Total    =          Rp 385.000.000,-
·         Biaya Sumber Daya Manusia
10 Personal Trainer     x          Rp 20.000.000,-          =          Rp 200.000.000,-
10 Sistem Analisa       x          Rp 10.000.000,-          =          Rp100.000.000,-
50 Programmer           x          Rp 6.000.000,-            =          Rp 300.000.000,-
Total                =          Rp 600.000.000,-
                                                            Total Investasi =          Rp 1.858.000.000,-
 
 
 
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan dan Saran
      E-Banking merupakan suatu fasilitas yang ditawarkan oleh bank untuk membantu orang-orang dalam melakukan transaksi dengan lebih mudah dan praktis tanpa perlu pergi ke Bank. Tentunya fasilitas ini dibuat dengan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Penggunaan Internet dalam teknologi ini semakin membuat orang-orang nyaman karena pastinya teknologi ini dapat digunakan kapanpun dan dimanapun tanpa khawatir terlambat dalam bertransaksi. Melalui penggunaan internet inilah muncul cyber-cyber yang tidak bertanggung jawab melakukan kejahatan. Pihak Bank tentunya tidak hanya tinggal diam dalam hal ini. Meningkatkan keamanan dan perawatan fasilitas merupakan suatu layanan untuk memuaskan para pemakai jasa ini. Sehingga kualitas pelayanan E-Banking akan selalu terjaga.
  


Daftar Pustaka
http://avartara.com/risiko-risiko-perbankan/
http://www.infobanknews.com/2011/04/8-risiko-internet-banking/
http://rioramski.wordpress.com/2012/11/06/manajemen-risiko-dalam-internet-banking/
http://januar-ikmal.blogspot.com/2013/01/proposal-manajemen-proyek-pengembangan.html
 

 

 

Selasa, 23 Desember 2014

PROPOSAL PENAWARAN INSTALASI JARINGAN KOMPUTER DAN MAINTENANCE



 

DISUSUN OLEH

ANDI SETIAWAN
20113873
2KB05







I. PENDAHULUAN 

Perkembangan teknologi komputer meningkat dengan cepat, hal ini terlihat pada era tahun 80-an jaringan komputer masih merupakan teka-teki yang ingin dijawab oleh kalangan akademisi, dan pada tahun 1988 jaringan komputer mulai digunakan di universitas-universitas, perusahaan-perusahaan, sekarang memasuki era milenium ini terutama world wide internet telah menjadi realitas sehari-hari jutaan manusia di muka bumi ini.

Selain itu, perangkat keras dan perangkat lunak jaringan telah benar-benar berubah, di awal perkembangannya hampir seluruh jaringan dibangun dari kabel koaxial, kini banyak telah diantaranya dibangun dari serat optik (fiber optics) atau komunikasi tanpa kabel. Tapi disini akan membahas tentang jaringan dari kabel untuk membuat jaringan LAN (Local Area Network) di sebuah Instansi.


II. LATAR BELAKANG

Teknologi dan komunikasi dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan selaras dengan perkembangan karakteristik masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi, mencari layanan yang fleksibel, serba mudah, dan mengejar efisiensi di segala bidang, sehingga kebutuhan akan informasi dan komunikasi pun meningkat. Terutama bagi para siswa-siswi, guru, dan karyawan, pebisnis dan lainnya.
Dengan semakin bertambahnya pemakaian komputer, semakin besar kebutuhan akan pentransferan data dari satu terminal ke terminal lain yang dipisahkan oleh satuan jarak dan semakin tinggi kebutuhan akan efisiensi penggunaan alat-alat kantor (seperti printer dan plotter) dan waktu perolehan data base, maka semakin tinggi pula kebutuhan akan suatu jaringan yang menghubungkan terminal-terminal yang ingin berkomunikasi dengan efisien. Jaringan tersebut dikenal dengan Local Area Network (LAN) yang biasa memakai kabel atau fiber optik sebagai media transmisinya.








III. IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah dapat diidentifikasikan masalah yang ada sebagai berikut :
  1. Bagaimana merancang dan membuat jaringan lokal di PT Tiga Serangkai Solo.
  2. Bagaimana merancang topologi jaringan tersebut.
3. Bagaimana cara untuk mensharing data dan printer antara computer satu dengan computer lainnya.


IV. BATASAN MASALAH

Dalam penulisan proposal ini maka kami membatasi pembahasan masalah yang ada yaitu:
  1. Perancangan jaringan dengan menggunakan metode jaringan Local Area Network (LAN).
  2. Perancangan dan pembuatan jaringan dengan memilih topologi yang tepat.
  3. Memprogram komputer agar dapat digunakan untuk sharing data dan printer.



V. RUMUSAN MASALAH

Sesuai dengan batasan masalah diatas, maka permasalahan dalam proposal ini dapat dirumuskan yaitu “ Bagaimana merancang dan membuat jaringan lokal untuk mempermudah dalam melakukan sharing data dengan menggunakan jenis perancangan jaringan Local Area Network (LAN) menggunakan topologi star”.

  
VI. TUJUAN DAN MANFAAT
 - TUJUAN
Tujuan dari perancangan dan pembuatan jaringan di PT Tiga Serangkai:
  1. Pengolahan data serta pengamanan data untuk mengaksesdata yang lebih berkualitas.
  2. Membantu dalam mempersiapkan semua unit komputer baik secara software maupun hardware serta dapat terhubung dengan jaringan komputer local area network ( LAN ).
  3.  Mempercepat proses pencarian ( Search ) dan berbagi data ( Sharing ).
  4. Meningkatkan kinerja dalam segala kegiatan yang dilakukan pada PT. Tiga Serangkai
  5. Mempermudah komunikasi dalam perusahaan.

MANFAAT
Manfaat yang diperoleh dari pembuatan jaringan lokal ini adalah sebagaii berikut :
Memberikan kemudahan dan efisiensi bagi pegawai PT Tiga Serangkai Solo untuk melakukan komunikasi data antar komputer dalam pengolahan data-data yang di kerjakan oleh PT Tiga Serangkai Solo.



VII. PELAKSANA PROYEK DAN TUGAS
Pada proyek ini akan dilaksanakan oleh:
1. Muhammad eka alridho
   Pelaksana proyek
· Menyediakan alat dan bahan yang dibutuhakan.
· Merancang jaringan
· Mengerimping dan menentukan IP address, subnetmask
2. Joko Suratman
   Asisten
· Mengukur dan memotong panjang kabel yang dibutuhkan
· Memasang konektor dan memasang kabel ke komputer
· Menguji hasil rancangan
3. Nur Rosyid
· Merakit komputer
· Menginstall aplikasi pada komputer
· Menguji komputer


VIII. ALAT, BAHAN DAN ANGGARAN DANA
Perangkat pc:
NO
Nama Barang
Merek
Status
Spesifikasi
Satuan
Qty
Harga Satuan (Rp)
Total Harga (Rp)
1
Processor
AMD Phenom X3 8750 Triple-Core
Server       
2.4GHz
unit
1
1,761,150.00
1,761,150.00



Client
1.8 GHz
unit
11
1,400,000.00
15,400,000.00
2
Mother board
MSI P35 Neo 2 FIR
all
ATA,SATA,DDR2,
LGA775
unit
12
1,601,950.00
19,223,400.00
3
Hardisk
SEAGATE Barracuda ES
server
250GB
unit
1
805,950.00
805,950.00



Client
40 GB
unit
11
275,000.00
3,025,000.00
4
Memory DDR2
VISIPRO 1GB PC-6400
server
1 Gbyte
unit
1
258,700.00
258,700.00



client
512 Mbyte
unit
13
185,000.00
2,405,000.00
5
DVD RW
LG
server

unit
1
345,000.00
345,000.00
6
CD ROM
LG
client
52 X max
unit
11
135,000.00
1,485,000.00
7
FDD 1,44
Panasonic
all

unit
12
40,000.00
480,000.00
8
Casing
Simbadha CaseSIM-X
all
PS 500 Watt
unit
12
275,000.00
3,300,000.00
9
Monitor LCD
LG L1742S
all
17″
unit
12
1,940,250.00
23,283,000.00
10
Keyboard
Mentari
all

unit
12
35,000.00
420,000.00
11
Mouse
E BLUE S Brigo Blue
all
Optic
unit
12
79,600.00
955,200.00

TOTAL






73,147,400.00
Perangkat jaringan:


1
HUB



unit
1
700,000.00
700,000.00
2
Ethernet card



unit
12
55,000.00
660,000.00
3
Kabel UTP



meter
165
2,000.00
330,000.00
4
RJ 45



buah
28
1,000.00
28,000.00

TOTAL






1,718,000.00


Perangkat Pendukung:

1
stabilizer
matsugawa
Server
dinamo power sistem
unit
1
185,000.00
185,000.00
2
kabel listrik
ethernal NYMhid
all

meter
230
4,000.00
920,000.00
3
jack

all

buah
3
2,000.00
6,000.00
4
terminal cok

all

buah
12
7,000.00
84,000.00

TOTAL






1.195,000.00

Upah Kerja
1
Pemasangan pengkabelan jaringan
Rp. 400.000,-
2
Pengujian Jaringan
Rp. 100.000,-
3
perakitan komputer
Rp. 300.000,-
4
Total
Rp. 800.000,-


TOTAL
76.860,400

















IX. PROSES PRODUKSI / SISTEMATIKA KERJA
a. Perencanaan 
Sebelum melakukan pemasangan instalasi jaringan pada PT Tiga Serangkai kami telah melakukan penelitian maka didapatlah data sebagai berikut:
Ø Gedung terdiri dari tiga lantai.
Ø Lantai 1 dipasang 4 unit client ( R1,R2,R3,R4 ).
Ø Lantai 2 dipasang 5 unit client ( R5, R6,R7,R8,R9, ), dimana server terletak di R5.
Ø Lantai 3 dipasang 3 unit client ( R10,R11,R12 ).
Ø Kabel UTP yang diperlukan keseluruhan berjumlah 165 meter
Ø Menggunakan 1 unit HUB.
Ø 24 buah Jack-RJ 45.
Ø Topologi yang digunakan adalah topologi star.
Ø Desain jaringan komputer ( terlampir ).

b. Setting Jaringan
Protocol yang digunakan untuk jaringan ini adalah protocol TCP/IP, dengan asumsi penetuan IP adressnya sebagai berikut:
Kelas C, Host 12
Subnetmask : 255.255.255.240
IP config server : 192.162.0.226
IP config client : 192.162.0.227 sampai dengan 192.162.0.239
Gateway : 192,162.0.226

c. Pengujian
· Mencoba apakah semua komputer sudah saling terhubung dengan cara ping ke seluruh komputer.
· Mencoba untuk melakukan share data antar komputer dan printer.


X. PENUTUP
Kami hanya penyedia jasa instalasi jaringan dan maentenance, bukan
penyedia akses internet (Provider). Jadi sebelum kami lakukan instalasi jaringan, di
tempat anda harus sudah ada akses internet dari provider atau modem. Namun jika
anda membutuhkan akses internet sekaligus, kami siap menyediakan akses internet
dari Provider yang bekerja sama dengan kami.
Harga barang yang kami cantumkan di atas bisa berubah sewaktu-waktu
sesuai dengan kurs dan harga pasar. Kami jamin harga barang atau setup dari kami
lebih murah daripada lainnya, karena kami selalu berpedoman pada moto kami
“Memuaskan Pelanggan Dengan Biaya Seminimal Mungkin”.
Jika anda tertarik atau membutuhkan jasa dari kami, segeralah hubungi kami
di nomor atau e-mail yang tersedia di depan. Kami akan segera melakukan survey
lokasi di tempat anda. Peralatan atau paket yang digunakan, akan dibicarakan saat
melakukan survey lokasi.
Jika saat ini anda belum membutuhkan jasa kami, proposal ini bisa anda
simpan dulu untuk jaga-jaga jika suatu hari nanti anda membutuhkan jasa kami, anda
tinggal menghubungi kami.
Demikian beberapa hal yang kami sampaikan dalam proposal ini. Jika ada
beberapa hal yang kurang jelas, bisa ditanyakan melalui telepon, e-mail, atau kami
datang ke tempat anda .Atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

http://judhoperwiro.wordpress.com/2013/11/10/proposal-penawaran-instalasi-jaringan-komputer-dan-maintenance/