Sabtu, 16 November 2013

ANALISA KASUS BERTEMA PEMUDA DAN SOSIALISASI

NAMA : ANDI SETIAWAN
NPM    : 20113873
KELAS: 1KB05


Kasus video mesum pelajar SMPN 4, Jakarta, masuk ke penyidikan kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto pun mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut.
Rikwanto memaparkan, peristiwa asusila tersebut, terjadi pada Jumat 13 September 2013 lalu, tepatnya pukul 11.50 WIB. 
Dia menjelaskan, AE turun dari kelasnya bertepatan dengan jam pelajaran usai. Di lantai dasar, sambungnya, teman AE yakni A mengajaknya ke salah satu ruangan untuk bertemu dengan teman lainnya, yakni CN, CD, DN, IV, dan WW. 
Ketika AE masuk, menurut Rikwanto, selain ada teman-teman yang disebut tadi, ternyata sudah ada seorang pria yang merupakan adik kelas mereka, FP. 
Kemudian, lanjutnya, A menyuruh AE untuk berhubungan intim dengan FP. Teman-teman yang lainnya, sambungnya, merekam dengan menggunakan telepon genggam. 
"Menurut keterangan, A juga mengancam AE dengan menggunakan pisau dan akan melukainya jika tidak melakukan apa yang ia suruh," terangnya. Rikwanto menambahkan, A sempat mengancam AE akan menyebar video yang telah direkam teman-temannya. 
Rikwanto mengakui kesulitan meminta keterangan dari AE. Ibu AE, lanjutnya, berinisial N pun melaporkan kejadian yang menimpa anaknya.
Sementara ini, menurut Rikwanto, polisi menyimpulkan aksi tersebut berdasarkan suka sama suka. "Tampak keduanya terlihat tidak ada paksaan saat melakukan adegan yang terekam kamera ponsel tersebut," jelasnya.
ARGUMEN:
Semua orangtua akan takut dan prihatin apabila anak nya yang beranjak dewasa tetapi belom cukup matang menerima hal hal yang berbau dewasa.ini semua bukan salah mereka, tetapi salah kita semua sebagai orang tua karena jika pengawasan kita cukup maka tidak akan terjadi kasus seperti ini.dari semua analisa kasus tentang skandal video XXX kebanyakan menyeret pemuda pemudi kita. apa alasannya? alasannya karena globalisasi yang tak terbendung sedangkan kita sebagai penerima masih belum begitu 100% meyaring mana hal hal yang berbau positif atau negatif.dan kebanyakan imbas atau dampak globalisasi yang paling besar mengincar para pemuda pemudi kita karena budaya budaya luar atau Barat kebanyakan penganut aliran FREE SEX , tapi mereka masih berlindung dalam kalimat :SAVE SEX WITH CONDOMS: itu merupakan salah satu cara penanggulangan paling ampuh untuk menghindari resiko kehamilan pada free sex.jadi kita sebagai generasi muda galakkan program "NO SEX ,NO party ,STUDY TOGETHER" agar para generasi muda kita bisa tau banyak dan memiliki prinsip pandangan dan pemikiran yang matang.

RANGKUMAN ISD BAB 6

NAMA   ; ANDI SETIAWAN
NPM      : 20113873
KELAS  :  1KB05





Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Menurut Pitirim A.Sorokin : “ Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat.

Pelapisan Sosial ciri tetap Kelompok Sosial

Pembagian dan pemberian kedudukan yg berhubungan dengan jenis kelamin terlihat menjadi dasar dari seluruh sistem sosial. Masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kepada kaum laki-laki dan perempuan,tetapi hal ini harus diingat karena ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan,semata-mata ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri.

Terjadinya Pelapisan Sosial

-Terjadi dengan sendirinya : proses ini terjadi sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya,tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya.
Akibat tanpa disengaja maka bentuk lapisan dan dasar daripada pelapisan itu bervariasi menurut tempat,waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
-Terjadi dengan disengaja : Sistem pelapisan yg disusun dengan disengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Di dalam sistem ini ditentukan wewenang dan kekuasaan ,maka didalam organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang dimana letak kekuasaan dan wewenang yg dimiliki. Dalam sistem organisasi ini ada 2 sistem :

1. Sistem fungsional: pembagian kerja kedudukan yg tingkatnya berdampingan dan harus bekerjasama.
2. Sistem skalar: pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas.

Pembedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya

1.      Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Di sistem ini untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan yaitu dengan cara kelahiran, sistem ini dibedakan menurut kasta :
a.       Kasta Brahmana: golongan bangsawan pertama
b.      Kasta Ksatria: golongsawan bangsawan kedua
c.       Kasta Waisya : golongan bangsawan ketiga
d.      Kasta Sudra : golongan rakyat biasa
e.       Paria : golongan mereka yg tidak mempunyai kasta,seperti gelandangan,peminta,dsbg
.
2.      Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
Di sistem ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk masuk kelapisan yg ada dibawahnya atau diatasnya. Status atau kedudukan yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri disebut juga “ Achieve Status” , dalam pembangunan sistem ini sangat menguntungkan semua kalangan ,sebab setiap warga masyarakat diberi kesempatan yang sama untuk bersaing dengan ynag lain, dengan begini orang akan mengembangkan segala kecakapanya agar dapat meraih kedudukan yang dicita-citakan.

Terori Pelapisan Sosial

Ada yang membagi pelapisan masyarakat menjadi 3lapisan dgn 2-4 kelas:
1. Masyarakat kelas atas dan kelas bawah
2. Masyarakat kelas atas ,kelas menengah, dan kelas bawah
3. Masyarakat kelas atas,kelas menengah,kelas menengah kebawah,kelas bawah

-Menurut Aristoteles : negara terdapat tiga unsur,yaitu mereka yg kaya sekali,mereka yang melarat sekali dan mereka yang berada ditengah-tengahnya.

-Menurut Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi :selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yg dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis di masyarakat.

-Gaotano Mosoa : di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yg sngt kurang berkembang, sampai kepada masyarakat paling maju dan penuh kekuasaan. Kelas yg maju dan berkuasa selalu berjumlah sedikit dibandingkan dengan yg berkembang.

-Karl Max : tiap kedudukan dibagi menjadi

a. Ukuran Kekayaan
b. Ukuran Kekuasaan
c. Ukuran Kehormatan
d. Ukuran Ilmu pengetahuan


Kesamaan Derajat

Kesamaan derajat terwujud dalam jaminan hak yang akan diberikan dlam berbagai sektor kehidupan. Hak inilah yang banyak dikenal dengan Hak Asasi Manusia.

Persamaan Hak, adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat laun dirasakan sebagai suatu yang mengganggu,karena dimana kekuasaan negara itu berkembang,terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi dan berkuranglah pula luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu.

Persamaan derajat di Indonesia, dalam UUD’45 mengenai hak dan kebebasan yg berkaitan dgn adanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalam pasal-pasalnya secara jelas. Sbgmana kita tahu RI menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecuali memiliki kedudukan yg sama dalam hukum dan pemerintahan.

Hukum dibuat untuk melindungi dan mengatur masyarakat secara umum tanpa adanya perbadaan. 4 pokok hak asasi dalam 4 pasal UUD’45 adalah
1.      Tentang kesamaan kedudukan dan kewajiban warga negara di dalam hukum dan dimuka pemerintahan.
2.      Hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yg layak.
3.      Kebebasan memeluk agama dan kepercayaan penduduk yg dijamin oleh negara.

4.      Tiap warga negara berhak atas pengajaran yg diatur dengan undang-undang.


Jumat, 15 November 2013

RANGKUMAN ISD BAB 5

NAMA : ANDI SETIAWAN
NPM    : 20113873
KELAS : 1KB05

Warga Negara dan Negara

Hukum

Hukum merupakan aturan-aturan yang dibuat untuk mengatur segala sikap maupun tindakan seseorang atau kelompok,sehingga membatasi beberapa hal, tujuannya yaitu agar proses kehidupan berjalan secara lancar dan baik.

Ciri dan Sifat Hukum

-Adanya perintah atau larangan
-Perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.
Agar tata tertib dalam masyarakat dapat dilaksanakan dan tetap terpelihara dengan baik,perlu adanya peraturan yang mengatur agar tata tertib itu harus dipatuhi,apabila ada yang melanggar aturan ini akan dikenakan hukuman atau sangsi yang tegas dan nyata.

Sumber Hukum

Merupakan segala sesuatu yg menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yg memaksa, sumber hukum formal antara lain :
1.      UU
2.      Kebiasaan
3.      Keputusan Hakim
4.      Traktat atau Perjanjian
5.      Pendapat Sarjana hukum

Negara

Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat.
Negara sebagai organisasi dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaanya secara sah terhadap semua golongan dan warga negaranya, serta menetapkan cara-cara dan batas-batas sampai dimana kekuasaan dapat digunakan dalam kehidupan bersama.
Negara mempunyai 2 tugas pokok,yaitu :
1.      Mengatur dan mengendalikan gejala kekuasaan sosial, agar tidak terjadi pertentangan didalam mengatur kekuasaan.
2.      Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan kearah tercapainya tujuan dari masyarakat seluruh atau tujuan sosial.

Sifat dan Peraturan hukum tersebut adalah memaksa dan menghendaki tujuan yang lebih dalam,pengertian memaksa bukanlah senantiasa dipaksakan apabila tindakan sewenang-wenang. 

 Sistem Nilai di masyarakat juga perlu memerhatikan 3 hal berikut :
a.       Sistem norma
b.      Sistem Kontrol
c.       Sistem Engineering

Sehingga hukum diartikan sebagai serumpunan peraturan yang bersifat memaksa yang diadakan sebagai serumpunan peraturan yang bersifat memaksa, demi terwujudnya perlindungan kepentingan orang di dalam masyarakat.

Sifat Negara

Sebagai organisasi dengan kedudukan tertinggi, negara memiliki sifat khusus,yaitu :
1.      Sifat memaksa, artinya negara memiliki kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapainya ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya sifat anarkis.
2.      Sifat Monopoli, artinya negara memiliki hak dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.
3.      Sifat Menyeluruh,artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang tanpa kecuali.

Bentuk Negara

1.      Negara Kesatuan : Menggunakan sistem pusat sehingga seluruh keputusan diambil dari pusat.
2.      Negara Serikat : Bentuk negara yang terjadi dari penggabungan beberapa negara yg semula berdiri sendiri-sendiri,Sistem dibagi 2,pusat dan daerah.

Unsur Negara
1.      Rakyat
2.      Wilayah
3.      Pemerintah
4.      Tujuan
5.      Kedaulatan

Unsur terpenting negara adalah rakyat. Tanpa rakyat, maka negara itu hanya ada dalam angan-angan. Termasuk rakyat suatu negara adalah meliputi semua orang yang bertempat tinggal di dalam wilayah kekuasaan negara tersebut. Dalam hal ini rakyat diartikan sebagai kumpulan manusia yang dipersatukan oleh suatu rasa persatuan dan yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tetentu.
Menurut Kansil orang di dalam wilayah dibedakan menjadi :
a.       Penduduk : ialah mereka yang telah memenuhi syarat tertentu yg ditetapkan oleh peraturan negara yg bersangkutan, penduduk dibedakan lagi menjadi 2,yaitu Warga negara dan bukan warga negara.
b.      Bukan Penduduk :ialah mereka yg mendiami suatu wilayah untuk sementara waktu dan bukan berasal dari wilayah negara tersebut
.
Asas Kewarganegaraan

Ada 2 kriteria,yaitu :
1.      Kriterium kelahiran (ius sanguinis) : kewarganegaraan seseorang diperoleh dari kewarganegaraan orang tuanya,dimanapun dilahirkan.
2.      Kriterium Kelahiran atas tempat kelahiran (ius soli): kewarganegaraannya berdasarkan negara tempat dimana dia dilahirkan.
Di Indonesia syarat-syarat menjadi warga negara ialah:
a.       Anak yg lahir dalam 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia.
b.      Orang yg pada waktu lahir memiliki ibu berkewarganegaraan RI
c.       Seseorang yg ditemukan di dalam wilayah RI
Selanjutnya UU No.62 tahun ’58 bahwa kewarganegaraan RI dapat diperoleh :
a.       Karena kelahiran
b.      Karena pengangkatan
c.       Karena dikabulkan permohonannya
d.      Karena pewarganegaraan
e.       Karena akibat dari perkawinan
f.       Karena turut ayah atau ibunya
g.      Karena pernyataan

Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia
Menurut:
Pasal 27 (1) : segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan, segala warga negara wajib menjunjung hukum dan pemerintahan.
Pasal 27 (2) : tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yg layak
Pasal 28 : Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pendapat dengan lisan dan tulisan.
Pasal 29 (2) : Negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing.
Pasal 30 (1) : tiap warga negara berhak ikut serta dalam usaha pembelaan negara
Pasal 31 (1) : tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Tiap warga negara wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.
Pembedaan penduduk suatu negara pada hakikatnya adalah hanya untuk membedakan hak dan kewajibanya saja, orang asing tidak memiliki hak dan kewajiban sebagaimana warga negara Indonesia. Karena UUD’45 hanya mengatur hal-hal pokok, maka untuk pelaksanaan selanjtnya harus ada uu yg menentukan lebih jauh hak dan kwajiban tersebut, tanpa adanya uu semacam ini, maka ketentuan yg ada pada pembukaan, batang tubuh, maupun penjelasan uud’45 akan kehilangan artinya dan hanya tinggal merupakan rangkaian huruf mati saja.
Meskipun ketentuan yg terdapat dalam uud’45 tidak terlalu banyak, tetapi karena hal tersebut meliputi pokok-pokok yg kemudian pelaksanaannya diatur oleh uu, maka pengaturan tersebut dapat dikatakan cukup memadai.

RANGKUMAN ISD BAB 4

Nama : Andi setiawan
NPM  : 20113873
kelas  : 1KB05




Pemuda dan Sosialisasi

Masa Remaja adalah masa transisi dan secara psikologi sangat problematis,dalam keadaan demikian dapat 
memunculkan perilaku yang menyimpang.

  • Orientasi Mendua


Menurut Dr.Male adalah orientasi yg bertumpu pada harapan orang tua,masyarakat dan bangsa yg sering bertentagan dgn keterikatan serta loyalitas terhadap teman sebaya.
Keadaan bimbang akibat orientasi mendua,menurut Dr.Malo keadaan seperti ini  menyebabkan remaja nekad melakukan tindak bunuh diri. Untuk mengatasi hal ini Dr.Malo mengemukakan beberapa alternatif. Jalan ke luar yg diambil harus memperhitungkan peranan peer group,penggunaan waktu luang juga harus diperhatikan,untuk menanggulangi masalah tersebut.
Enoch Markum menawarkan dua alternatif pemecahan masalah. Pertama mengaktifkan kembali fungsi keluarga, dan kembali pada pendidikan agama karena hanya agama yg bisa memberikan pegangan yang mantap. Kedua menegakkan hukum akan berpengaruh besar bagi remaja dalam proses pengukuhan identitas dirinya.
  • Peran Media Masa
Ciri-ciri menyebabkan kecendrungan remaja melahap begitu saja arus informasi yang serasi dengan selera dan keinginan sebagai penapis informasi atau pemberi rekomendasi terhadap pesan-pesan yang di terima kini tidak berfungsi sebagai sediakala.





masalah kepemudaan dapat di tinjau dari asumsi sebagai berikut:

1.      Penghayatan mengenai proses perkembangan bukan sebagai suatu kontinum yang sambung tetapi fragmentaris , terpecah-pecah , dan setiap fargmen mempunyai artinya sendiri-sendiri.
2.      Posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri .tafsiran-tafsiarn klasik didasarkan pada anggapan bahwa kehidupan mempunyai pola yang banyak sedikitnya.


  • Pemuda dan Identitas

Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan , terutama dari generasi lainya.hal ini dapt dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus , generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus.


  • Potensi Potensi Pemuda

a.       Idealis dan Daya Kritis : Secara Sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada , maka ia dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.
b.       Dinamika dan Kreatifitas: dengan adanya hal ini generasi muda memiliki potensi skill yang dapat memberikan perubahan dan pembaharuan terhadap kekurangan yang ada.
c.        Keberanian mengambil resiko: Perubahan dan Pembaharuan pembangunan mengandung resiko dapat meleset,terhambat,atau gagal, tetapi jika menginginkan adanya kemajuan,maka resikopun harus diambil.
d.       Optimis dan Kegairahan Semangat : Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat,sikap optimis dan penuh semangat mampu mendorong generasi muda untuk bisa lebih maju.
e.        Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni: Generasi Muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap serta tindakan, dengan disiplin murni maka lengkaplah,karena mereka akan menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
f.        Terdidik : Faktor putus sekolah,secara menyeluruh baik dalam arti kuantitatif maupun dalam arti kualitatif generasi muda lebih terpelajar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.
g.       Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan: Keanekaragaman merupakan potensi dinamis dan kreatif jika keanekaragaman itu ditempatkan dalam rangka integrasi nasional yang didasarkan atas semangat dan jiwa Sumpah Pemuda.
h.       Patriotisme dan Nasionalisme : Rasa kebanggaan, kecintaan dan ikut serta memiliki bangsa dan negara di generasi muda perlu digalakkan, untuk mempertebal semangat pengabdian dan kesiapanya untuk membela dan memeprtahankan bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman.
i.         Sikap Kesatria : Rasa tanggung jawab,idelis,berani sosial yang tinggi adalah unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkan agar berjiwa kesatria.
j.         Kemampuan Kekuasaan Ilmu dan Teknologi : Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila fungsional bisa dikembangkan terhadap lingkungannnya yg lebih tebelakang dalam pendidikan dan penerapan teknologi. 


  • Permasalahan Generasi Muda.

Berbagai permasalahan generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain :
a.       Dirasa menurunya jiwa idealisme, patriotisme , dan nasionalisme di kalangan masyarakat,termasuk generasi muda.
b.      Kebimbangan generasi muda terhadap masa depannya.
c.       Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia,baik yang formal maupun nonformal. Tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh penyebab yang bukan hanya merugikan generasi muda,tetapi juga seluruh bangsa.
d.      Kurangnya lapangan kerja, lapangan pekerjaan sedikit sangat tidak sesuai dengan jumlah pelamar yang sangat banyak,sehingga menyebabkan pengangguran dikalangan generasi muda.
e.       Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan dikalangan generasi muda,akibat kurangnya daya beli untuk memenuhi gizi makanan seimbang di kalangan masyarakat.
f.       Masih banyak perkawinan dibawah umur, terutama dikalangan daerah pedesaan.
g.      Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi kehidupan keluarga.
h.      Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
i.        Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.
Untuk pemecahan masalah diatas diperlukan usaha terpadu, terarah, dan terencana dari seluruh potensi nasional,seperti Organisasi pemuda yang telah berjalan baik.
Pengertian sosialisasi
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses yang membantu individu belajar dan penyesuaian diri,bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi,baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
 Berikut tempat terjadinya sosialisasi menurut para ahli :


a.Keluarga

   Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya.


b. Sekolah
    Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya           proses sosialisasi secara formal.



c. Teman bermain (kelompok bermain)
    Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak.     Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya.



d. Media Massa
    Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio,     film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan           yang disampaikan.



e. Lingkungan kerja
    Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi               pembentukan kepribadian seseorang.


  • Tujuan Pokok Sosialisasi adalah :


1.      Individu harus diberi ilmu pengetahuan yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
2.      Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
3.      Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
4.      Bertingkah laku selaras dengan norma dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Faktor Lingkungan bagi pemuda dalam bersosialisasi memegang peranan penting,karena dalam proses sosialiasi pemuda terus berlanjut dengan segala daya imitasi dan identitasnya. Pengalaman demi pengalaman akan diperoleh pemuda dari lingkungan sekelilingnya. Lebih lagi pada masa peralihan dari pemuda menuju dewasa dimana sering terjadi konflik nilai,wadah pembinaan harus bersifat fleksibel dan mampu mengerti dalam membina pemuda.

  • Mengembangkan Potensi Generasi Muda


Dinegara maju seperti USA, pada umumnya generasi muda mendapat kesempatan luas dalam pengembangan kemampuan dan potensi idenya. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda,didorong dengan berbagai motivasi dan dipacu untuk maju dalam berlomba menciptakan gagasan yang hatus diwujudkan dalam suatu bentuk barang,dengan berorientasi pada teknologi mereka sendiri.Untuk mengembangkan gagasan itu MIT dan CMU pada tahun’73 telah membuat proyek bersama dengan melibatkan 600 mahasiswa dan 55 anggota fakultas dalam pemrograman belajar dan membaharu dalam wadah Nasional Science foundation, Hasil yang dicapai ialah : lebih dari selusin produk,proses atau pelayanan baru telah dipasarkan dan menciptakan hampir 800 pekerjaan baru, dan memperoleh hasil penjualan sebesar $46,5juta.

Sebagaimana upaya bangsa Indonesia untuk mengembangkan potensi tenaga generasi muda agar menjadi inovator-inovator yang memiliki keterampilan dan skill berkualitas tinggi. Pembinaan sedini mungkin pada angkatan pemuda pada tingkat SMA dengan cara menyelenggarakan lomba karya ilmiah remaja. Pembinan dan pengembangan potensi muda pada tingkat perguruan tinggi,lebih banyak diarahkan dalam program studi dalam berbagai ragam pendidikan formal. Kaum muda memang merupakan suatu sumber bagi pengembangan masyarakat dan bangsa, oleh karena itu pembinaan dan perhatian khusus harus diberikan bagi kebutuhan dan pengembangan potensi mereka.

Sabtu, 19 Oktober 2013

TUGAS ISD MINGGU KE 4

  RANGKUMAN BAB 1 , 2  dan 3
Nama : Andi setiawan
NPM  :20113873
Kelas  : 1KB05

 

Bab 1 Ilmu Sosial Dasar Sebagai Salah Satu Mata Kuliah
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah social, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang bersala dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social seperti : sejarah, ekonomi, geografi social, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.
Mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pegertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala social agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.
Tujuan Ilmu Sosial Dasar adalah agar mahasiswa :
  •    Memahami dan menyadari adanya kenyataan social dan masalah social dalam   masyarakat
  •      Peka dan tanggap terhadap masalah sosial
   Memahami pendapat para ahli di bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam penanggulangan masalah social dalan masyarakat
Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial mempunyai persamaan dan perbedaan. Berikut persamaannya :
  •      Merupakan bahan studi program pendidikan
  •       Bukan disipilin ilmu yang berdiri sendiri
  •       Mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan social dan masalah social
Berikut perbedaannya :
  1.   .   Ilmu Sosial dasar diberikan di Perguruan Tinggi, Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di SD dan Sekolah Lanjutan
  2.    Ilmu Sosial Dasar merupakan mata kuliah tunggal, Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompokan dari sejumlah mata pelajaran
  •     Ilmu Sosial Dasar diarahkan ke pembentukan sikap dan kepribadian, Ilmu Pengetahuan Sosial ke pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual
Bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dibedakan jadi tiga golongan yaitu :
  1.     Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu. Kenyataan social ini sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu social karena adanya perbedaan latar belakang sudut pandang  
  2.     Konsep-konsep sosial dibatasi pada konsep dasar saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Sebagai contoh misal konsep “Keanekaragaman” dan “Kesatuan Sosial” dapat disadari bahwa masyarakat selalu terdapat persamaan dan perbedaan pola pikir dan kepentingan. Perbedaan inilah yang menimbulkan konflik 
  3.     Masalah-masalah social yang timbul di masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan social antara satu dengan lainnya saling berikatan

       Berdasarkan penjabaran diatas dapat disimpulkan terdapat 8 pokok bahasan Ilmu Sosial Dasar. Dari 8 pokok bahasan itu maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
  1.     Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan masyarakat dan        budaya 
  2.      Masalah individu, keluarga dan masyarakat 
  3.        Masalah pemuda dan sosialisasi 
  4.      Masalah hubungan antara warga negara dan negara 
  5.      Masalah pelapisan sosual dan kesamaan derajat 
  6.      Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan 
  7.         Masalah pertentangan social dan integrasi 
  8.   Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraanmasyarakat
Bab 2 Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social ekonomi dan masalah penduduk khususnya. Karena disamping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia. Apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas makan akan menimbulkan masalah.
Penambahan/pertambahan penduduk disuatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor  demografi sebagai berikut :
   a.  Kematian ( Mortalitas )
   b.  Kelahiran ( Fertilitas )
   c.  Migrasi
Dalam pengukuran demografi ketiga factor tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwayang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 100 penduduk.
   1.      Kematian
Ada 2 tingkat kematian :
a.   Tingkat kematian kasar ( Crude Death Rate/ CDR )
Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
b.   Tingkat kematian khusus ( Age Specific Death Rate )
Tingkat kematian itu dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. Karena perbedaan resiko kematian tersebut makan digunakan tingkat kematian menurut umur. Dengan tingkat kematian ini menunjukan hasil yang lebih teliti. 
   2.      Fertilitas ( Kelahiran Hidup )
Pengukuran fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
a.       Sulit memperoleh angka statistic lahir hidup
b.      Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan seorang anak
c.       Makin tua umur wanita tidak berarti kemungkinan mempunyai anak turun
d.      Di dalam pengukuran fertilitas melibatkan 1 orang saja
                 Fertilitas dibagi menjadi 2 yaitu :
a.      Angka kelahiran umum ( General Fertility Rate (GFR) )
GFR adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 100 wanita produktif. Wanita ber umur produktif antara 15-44 tahun atau antara 15-49 tahun.
b.      Tingkat kelahiran khusus ( Age Specific Fertility Rate (ASFR) )
ASFR menunjukan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok 15-49 tahun. Ukuran ini lebih baik daripada ukuran diatas, karena pengaruh daripada variasi kelompok umur dapat dihilangkan.
   3.      Migrasi
  
    Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.
Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah dapat dilihat dari piramida penduduknya. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anak-anak, dewasa dan oran tua pada wilayah yang bersangkutan. Keadaan struktur penduduk yang berbeda akan menunjukan bentuk piramida yang berbeda pula. Ada 3 jenis struktur penduduk :
      1.      Piramida penduduk muda
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.
      2.      Piramida stationer
Piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
      3.      Piramida penduduk tua
Piramida ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil.
Rasio ketergantungan ( Depedency of ratio )
  
Rasio ketergantungan ialah angka yang menunjukan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Batas golongan umur produktif ( aktif ekonomi ) masing-masing daerah berbeda, biasanya antara 15-65 tahun. Penggolongan umur penduduk dalam kelompok produktif sangat berpengaruh dalam lapangan penghidupan produktivitas kerjanya dalam lapangan produksi
.
Pertumbuhan dan Perkembangan kebudayaan di Indonesia 
  
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia, mulai dari zaman batu sampai zaman logam sungguh berliku-liku. Berdasarkan pendapat para ahli prehistoric ternyata zaman batu terbagi menjadi 2 yaitu Zaman batu tua (Paleolithikum) dan Zaman batu muda (Neolithikum).
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar-kasar, misalnya kapak genggam. Berdasarkan penelitian para ahli, bangsa Proto Austonesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapan batu besar maupun kecil  bersegi-segi itu berasal dari Cina Selatan, menyebar kea rah Selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semananjung malaka. Lebih lanjut menyebar ke Sumatra, Jawa, KalBar, Nusa Tenggara, Flores, Sulawesi dan Pilipina. Kapan baru serupa itu diasah sampah mengkilat dan diikat kepada tangkai kayu dengan rotan. Bersamaan dengan persebaran budaya kapak batu, tersebar juga bahasa Proto Austronesia sebagai induk bahasa dari bangsa yang mendiami pulau diantara samudra Indonesia dan Samudra pasifik.
Zaman batu muda membawa revolusi dalam kehidupan manusia, mereka mulai hidup menetap, membuat rumah, membentuk desa, bertani dan beternak untuk keperluan mereka. Alat-alatnya pun mengalami kemajuan mulai dengan kepandaian mencairkan logam dari biji besi dan mampu membuat senjata untuk berburu dan berperang.
Berlanjut ke zaman berikutnya zaman kebudayaan Hindu, Budha dan Islam. Pada abad ke 3 dan ke 4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya pulau Jawa. Sekitar abad ke 5, ajaran Budha masuk ke Indonesia dan khususnya pulau Jawa. Kedua agama ini tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai mereka melahirkan karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra. Lalu pada aband ke 15 dan 16 agama Islam masuk ke Indonesia dan dikembangkan oleh para pemuka Islam yang disebut Wali Sanga dan titik sentra penyebaran agam Islam berada di pulau Jawa. Agama islam berkembang pesar di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia.
Lalu berlanjut lagi ke kebudayaan barat, kebudayaan barat masuk karena pada masa itu kaum penjajah menggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Jadi, muncullah bangunan-bangunan gaya arsitektur Barat dan terbagi juga lapisan-lapisan masyarakat seperti Lapisan social yang terdiri dari kaum buruh dan Lapisan social kaum pegawai.
Kebudayaan dan Kepribadian

Terdapat korelasi diantara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota masyarakat, secara garis besar. Opini umum juga menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Di Indonesia cirri khas kepribadiannya secara umum adalah ramah tamah, suka menolong, memliki sifat kegotong royongan.
Bab 3 Individu, Keluarga dan Masyarakat

Individu adalah bagian atau satuan terkecil yang perseorangan dari suatu kelompok masyarakat. Pertumbuhan adalah perubahan besar, ukuran atau jumlah dalam suatu bentuk untuk pengukuran. Dan pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu yang dapat dihitung dari jumlah individu sebuah populasi.
Terdapat 3 factor yang mempengaruhi pertumbuhan :
a.      Pendirian Nativistik
Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir.Mereka menunjukan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya.
b.      Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali jadi, lebih jaih menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lengkunganlah yang banyak berbicara.
c.       Pendirian konvergensi dan Interaksionisme
Para ahli menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan indvidu.
Tahap pertumbuhan individu berdasar psikologi
Pertumbuhan indivdu sejak lahir sampai dewasa itu melampaui beberapa fase sebagai berikut:
a.       Masa vital yaitu 0.0 - 2.0 tahun
b.      Masa estetik yaitu 2.0 – 7.0 tahun
c.       Masa intelektual yaitu 7.0 – 13.0 / 14.0 tahun
d.      Masa social 13.0 / 14.0 – 20.0 / 21.0 tahun 
Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Fungsi keluarga adalah pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keuarga itu. Terdapat macam-macam fungsi keluarga yaitu :
a.      Fungsi Biologis
Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
b.      Fungsi Pemeliharaan
Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi dari gangguan-gangguan seperti penyakit dan bahaya dan memeliharanya supaya aman
c.       Fungsi Ekonomi
Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
d.      Fungsi Agama
Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
e.       Fungsi Sosial
Tugas keluarga untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku dan meneruskan nilai-nilai budaya.
Pengertian Individu, Keluarga dan Masyarakat
  
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya yang tak terbagi. Kata indvidu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata invidu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.
Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga social sebagai hasik factor-faktir politik, ekonomi dan lingkungan. Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berridi sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama diataati dalam lingkungannya. Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan social dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas. Masyarakat dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
a.      Masyarakat Sederhana
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak terungkap dengan jelas , sejalan dengan pola kehidupan dan pola perekonomian masyarakat sederhana atau belum sedemikian rupa seperti masyarakat maju (modern)
b.      Masyarakat Maju
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok social atau lebih akrab dengan sebutan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat maju dapat dibedakan menjadi kelompok masyarakat non industri dan masyarakat industry
Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat
  
Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat. Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Urbanisasi dan Urbanisme
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Urbanisasi mempunyai akibat-akibat negative terutama dirasakan oleh negara yang agraris seperti Indonesia. Hal ini terutama disebabkan karena pada umumnya produksi pertanian sangat rendah apabila dibangdingkan dengan jumlah manusia yang dipergunakan dalam produksi tersebut dan boleh dikatakan bahwa factor kebanyaka penduduk merupakan gejala yang umum di negara agraris yang secara ekonomis masih terbelakang.
Proses urbanisasi bisa terjadi mabat atau cepat tergantung pada keadaan masyarakat. Ada 2 aspek tersebut yaitu :
  •        Perubahannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota
  •    Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mangalirnya penduduk yang berasal dari desa (pada umumnya disebabkan karena penduduk desa merasa tertarik oleh keadaan di kota)
Sehubungan dengan aspek tersebut, maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah mempunyai daya tarik sedemikian rupa sehingga orang pendatang semakin banyak. Secara umum dapat dikatakan bahwa sebab-sebabnya adalah :
      ·         Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerinthana atau menjadi ibu kota
      ·         Tempat tersebut letaknya strategi untuk usaha perdagangan/perniagaan
      ·         Timbulnya industri di daerah itu, yang memproduksi barang-barang maupun jasa-jasa