RANGKUMAN BAB 1 , 2 dan 3
Nama : Andi setiawan
NPM :20113873
Kelas : 1KB05
Bab
1 Ilmu Sosial Dasar Sebagai Salah Satu Mata Kuliah
Ilmu
Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah social, khususnya
yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan
pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang bersala dari berbagai bidang
pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social seperti : sejarah,
ekonomi, geografi social, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.
Mata
kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan
pengetahuan dasar dan pegertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan
guna mengkaji gejala-gejala social agar daya tanggap, persepsi dan penalaran
mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga
lebih peka terhadapnya.
Tujuan Ilmu Sosial
Dasar adalah agar mahasiswa :
- Memahami dan menyadari adanya kenyataan social dan masalah social dalam masyarakat
- Peka dan tanggap terhadap masalah sosial
Memahami pendapat para ahli di bidang
ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam
penanggulangan masalah social dalan masyarakat
Ilmu Sosial Dasar dan
Ilmu Pengetahuan Sosial mempunyai persamaan dan perbedaan. Berikut persamaannya
:
- Merupakan bahan studi program pendidikan
- Bukan disipilin ilmu yang berdiri sendiri
- Mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan social dan masalah social
Berikut perbedaannya :
- . Ilmu Sosial dasar diberikan di Perguruan Tinggi, Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di SD dan Sekolah Lanjutan
- Ilmu Sosial Dasar merupakan mata kuliah tunggal, Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompokan dari sejumlah mata pelajaran
- Ilmu Sosial Dasar diarahkan ke pembentukan sikap dan kepribadian, Ilmu Pengetahuan Sosial ke pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual
Bahan pelajaran Ilmu
Sosial Dasar dibedakan jadi tiga golongan yaitu :
- Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu. Kenyataan social ini sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu social karena adanya perbedaan latar belakang sudut pandang
- Konsep-konsep sosial dibatasi pada konsep dasar saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Sebagai contoh misal konsep “Keanekaragaman” dan “Kesatuan Sosial” dapat disadari bahwa masyarakat selalu terdapat persamaan dan perbedaan pola pikir dan kepentingan. Perbedaan inilah yang menimbulkan konflik
- Masalah-masalah social yang timbul di
masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan social antara satu
dengan lainnya saling berikatan
Berdasarkan penjabaran diatas dapat disimpulkan terdapat 8 pokok bahasan Ilmu Sosial Dasar. Dari 8 pokok bahasan itu maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
- Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan masyarakat dan budaya
- Masalah individu, keluarga dan masyarakat
- Masalah pemuda dan sosialisasi
- Masalah hubungan antara warga negara dan negara
- Masalah pelapisan sosual dan kesamaan derajat
- Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan
- Masalah pertentangan social dan integrasi
- Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraanmasyarakat
Bab
2 Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan
Pertumbuhan
penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social ekonomi
dan masalah penduduk khususnya. Karena disamping berpengaruh terhadap jumlah
dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi suatu
daerah atau negara bahkan dunia. Apabila pertambahan penduduk tidak dapat
diimbangi dengan pertambahan fasilitas makan akan menimbulkan masalah.
Penambahan/pertambahan
penduduk disuatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh
faktor-faktor demografi sebagai berikut
:
a.
Kematian ( Mortalitas )
b.
Kelahiran ( Fertilitas )
c. Migrasi
Dalam
pengukuran demografi ketiga factor tersebut diukur dengan tingkat/rate.
Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwayang menyatukan dalam bentuk
perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 100 penduduk.
1. Kematian
Ada
2 tingkat kematian :
a. Tingkat
kematian kasar ( Crude Death Rate/ CDR )
Tingkat kematian kasar adalah banyaknya
orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun
tersebut.
b. Tingkat
kematian khusus ( Age Specific Death Rate )
Tingkat kematian itu dipengaruhi oleh
beberapa factor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. Karena perbedaan
resiko kematian tersebut makan digunakan tingkat kematian menurut umur. Dengan
tingkat kematian ini menunjukan hasil yang lebih teliti.
2. Fertilitas ( Kelahiran Hidup )
Pengukuran
fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan
adanya alasan sebagai berikut :
a. Sulit
memperoleh angka statistic lahir hidup
b. Wanita
mempunyai kemungkinan melahirkan seorang anak
c. Makin
tua umur wanita tidak berarti kemungkinan mempunyai anak turun
d. Di
dalam pengukuran fertilitas melibatkan 1 orang saja
Fertilitas dibagi menjadi 2 yaitu :
a.
Angka
kelahiran umum ( General Fertility Rate (GFR) )
GFR adalah angka yang menunjukan jumlah
kelahiran per 100 wanita produktif. Wanita ber umur produktif antara 15-44
tahun atau antara 15-49 tahun.
b.
Tingkat
kelahiran khusus ( Age Specific Fertility Rate (ASFR) )
ASFR menunjukan banyaknya kelahiran
menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok 15-49 tahun. Ukuran ini
lebih baik daripada ukuran diatas, karena pengaruh daripada variasi kelompok
umur dapat dihilangkan.
3. Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.
Untuk
mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah dapat dilihat dari piramida
penduduknya. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui mengenai
perbandingan jumlah penduduk anak-anak, dewasa dan oran tua pada wilayah yang
bersangkutan. Keadaan struktur penduduk yang berbeda akan menunjukan bentuk
piramida yang berbeda pula. Ada 3 jenis struktur penduduk :
1. Piramida penduduk muda
Piramida
ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.
2. Piramida stationer
Piramida
ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap sebab tingkat kematian rendah dan
tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
3. Piramida penduduk tua
Piramida
ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan
tingkat kematian kecil.
Rasio
ketergantungan ( Depedency of ratio )
Rasio ketergantungan ialah angka yang menunjukan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Batas golongan umur produktif ( aktif ekonomi ) masing-masing daerah berbeda, biasanya antara 15-65 tahun. Penggolongan umur penduduk dalam kelompok produktif sangat berpengaruh dalam lapangan penghidupan produktivitas kerjanya dalam lapangan produksi
.
Rasio ketergantungan ialah angka yang menunjukan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Batas golongan umur produktif ( aktif ekonomi ) masing-masing daerah berbeda, biasanya antara 15-65 tahun. Penggolongan umur penduduk dalam kelompok produktif sangat berpengaruh dalam lapangan penghidupan produktivitas kerjanya dalam lapangan produksi
.
Pertumbuhan
dan Perkembangan kebudayaan di Indonesia
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia, mulai dari zaman batu sampai zaman logam sungguh berliku-liku. Berdasarkan pendapat para ahli prehistoric ternyata zaman batu terbagi menjadi 2 yaitu Zaman batu tua (Paleolithikum) dan Zaman batu muda (Neolithikum).
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia, mulai dari zaman batu sampai zaman logam sungguh berliku-liku. Berdasarkan pendapat para ahli prehistoric ternyata zaman batu terbagi menjadi 2 yaitu Zaman batu tua (Paleolithikum) dan Zaman batu muda (Neolithikum).
Alat-alat
batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih
kasar-kasar, misalnya kapak genggam. Berdasarkan penelitian para ahli, bangsa
Proto Austonesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapan batu besar maupun
kecil bersegi-segi itu berasal dari Cina
Selatan, menyebar kea rah Selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke
semananjung malaka. Lebih lanjut menyebar ke Sumatra, Jawa, KalBar, Nusa
Tenggara, Flores, Sulawesi dan Pilipina. Kapan baru serupa itu diasah sampah
mengkilat dan diikat kepada tangkai kayu dengan rotan. Bersamaan dengan persebaran
budaya kapak batu, tersebar juga bahasa Proto Austronesia sebagai induk bahasa
dari bangsa yang mendiami pulau diantara samudra Indonesia dan Samudra pasifik.
Zaman
batu muda membawa revolusi dalam kehidupan manusia, mereka mulai hidup menetap,
membuat rumah, membentuk desa, bertani dan beternak untuk keperluan mereka.
Alat-alatnya pun mengalami kemajuan mulai dengan kepandaian mencairkan logam
dari biji besi dan mampu membuat senjata untuk berburu dan berperang.
Berlanjut
ke zaman berikutnya zaman kebudayaan Hindu, Budha dan Islam. Pada abad ke 3 dan
ke 4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya pulau Jawa. Sekitar abad ke 5,
ajaran Budha masuk ke Indonesia dan khususnya pulau Jawa. Kedua agama ini
tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai mereka melahirkan karya budaya
yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, seni pahat, seni ukir, maupun seni
sastra. Lalu pada aband ke 15 dan 16 agama Islam masuk ke Indonesia dan
dikembangkan oleh para pemuka Islam yang disebut Wali Sanga dan titik sentra penyebaran
agam Islam berada di pulau Jawa. Agama islam berkembang pesar di Indonesia dan
menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia.
Lalu
berlanjut lagi ke kebudayaan barat, kebudayaan barat masuk karena pada masa itu
kaum penjajah menggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Jadi,
muncullah bangunan-bangunan gaya arsitektur Barat dan terbagi juga
lapisan-lapisan masyarakat seperti Lapisan social yang terdiri dari kaum buruh
dan Lapisan social kaum pegawai.
Kebudayaan
dan Kepribadian
Terdapat korelasi diantara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota masyarakat, secara garis besar. Opini umum juga menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Di Indonesia cirri khas kepribadiannya secara umum adalah ramah tamah, suka menolong, memliki sifat kegotong royongan.
Terdapat korelasi diantara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota masyarakat, secara garis besar. Opini umum juga menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Di Indonesia cirri khas kepribadiannya secara umum adalah ramah tamah, suka menolong, memliki sifat kegotong royongan.
Bab
3 Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu adalah bagian atau satuan terkecil yang perseorangan dari suatu kelompok masyarakat. Pertumbuhan adalah perubahan besar, ukuran atau jumlah dalam suatu bentuk untuk pengukuran. Dan pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu yang dapat dihitung dari jumlah individu sebuah populasi.
Individu adalah bagian atau satuan terkecil yang perseorangan dari suatu kelompok masyarakat. Pertumbuhan adalah perubahan besar, ukuran atau jumlah dalam suatu bentuk untuk pengukuran. Dan pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu yang dapat dihitung dari jumlah individu sebuah populasi.
Terdapat 3 factor yang
mempengaruhi pertumbuhan :
a.
Pendirian
Nativistik
Menurut para ahli dari golongan ini
berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh
factor-faktor yang dibawa sejak lahir.Mereka menunjukan berbagai kesempatan
atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya.
b.
Pendirian
Empiristik dan Environmentalistik
Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan
individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan
sama sekali jadi, lebih jaih menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya
hanya lengkunganlah yang banyak berbicara.
c.
Pendirian
konvergensi dan Interaksionisme
Para ahli menyatakan bahwa interaksi antara dasar
dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan indvidu.
Tahap
pertumbuhan individu berdasar psikologi
Pertumbuhan indivdu
sejak lahir sampai dewasa itu melampaui beberapa fase sebagai berikut:
a. Masa
vital yaitu 0.0 - 2.0 tahun
b. Masa
estetik yaitu 2.0 – 7.0 tahun
c. Masa
intelektual yaitu 7.0 – 13.0 / 14.0 tahun
d. Masa
social 13.0 / 14.0 – 20.0 / 21.0 tahun
Keluarga
adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok
kecil dalam masyarakat. Fungsi keluarga adalah pekerjaan-pekerjaan atau
tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keuarga itu. Terdapat
macam-macam fungsi keluarga yaitu :
a.
Fungsi
Biologis
Tugas keluarga yang utama dalam hal ini
adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
b.
Fungsi
Pemeliharaan
Tugas keluarga dalam hal ini adalah
melindungi dari gangguan-gangguan seperti penyakit dan bahaya dan memeliharanya
supaya aman
c.
Fungsi
Ekonomi
Tugas kepala keluarga dalam hal ini
adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga
yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur
penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan
keluarga.
d.
Fungsi
Agama
Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah
memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan
beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada
keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di
dunia ini.
e.
Fungsi
Sosial
Tugas keluarga untuk membina sosialisasi
pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku dan meneruskan nilai-nilai
budaya.
Pengertian
Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya yang tak terbagi. Kata indvidu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata invidu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya yang tak terbagi. Kata indvidu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata invidu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.
Durkheim
berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga social sebagai hasik factor-faktir
politik, ekonomi dan lingkungan. Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa keluarga
adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu
mengerti dan merasa berridi sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak
dan berkendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing
anggotanya
Masyarakat
adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan,
norma-norma, adat istiadat yang sama-sama diataati dalam lingkungannya. Tatanan
kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan social
dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang
memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas. Masyarakat dapat digolongkan menjadi 2
yaitu :
a.
Masyarakat
Sederhana
Dalam lingkungan masyarakat sederhana
(primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.
Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak terungkap dengan jelas , sejalan dengan
pola kehidupan dan pola perekonomian masyarakat sederhana atau belum sedemikian
rupa seperti masyarakat maju (modern)
b.
Masyarakat
Maju
Masyarakat maju memiliki aneka ragam
kelompok social atau lebih akrab dengan sebutan kelompok organisasi
kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan
yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat maju dapat dibedakan menjadi
kelompok masyarakat non industri dan masyarakat industry
Hubungan
antara individu, keluarga dan masyarakat
Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat. Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat. Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Urbanisasi
dan Urbanisme
Urbanisasi
adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula
dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
Urbanisasi mempunyai akibat-akibat negative terutama dirasakan oleh negara yang
agraris seperti Indonesia. Hal ini terutama disebabkan karena pada umumnya
produksi pertanian sangat rendah apabila dibangdingkan dengan jumlah manusia
yang dipergunakan dalam produksi tersebut dan boleh dikatakan bahwa factor
kebanyaka penduduk merupakan gejala yang umum di negara agraris yang secara
ekonomis masih terbelakang.
Proses urbanisasi bisa
terjadi mabat atau cepat tergantung pada keadaan masyarakat. Ada 2 aspek
tersebut yaitu :
- Perubahannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota
- Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mangalirnya penduduk yang berasal dari desa (pada umumnya disebabkan karena penduduk desa merasa tertarik oleh keadaan di kota)
Sehubungan dengan aspek
tersebut, maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah mempunyai
daya tarik sedemikian rupa sehingga orang pendatang semakin banyak. Secara umum
dapat dikatakan bahwa sebab-sebabnya adalah :
·
Daerah yang termasuk menjadi pusat
pemerinthana atau menjadi ibu kota
·
Tempat tersebut letaknya strategi untuk
usaha perdagangan/perniagaan
·
Timbulnya industri di daerah itu, yang
memproduksi barang-barang maupun jasa-jasa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar