Nama : Andi setiawan
NPM : 20113873
kelas : 1KB05

Pemuda dan Sosialisasi
Masa Remaja adalah masa transisi dan secara
psikologi sangat problematis,dalam keadaan demikian dapat
memunculkan perilaku
yang menyimpang.
- Orientasi Mendua
Menurut Dr.Male adalah orientasi yg bertumpu pada
harapan orang tua,masyarakat dan bangsa yg sering bertentagan dgn keterikatan
serta loyalitas terhadap teman sebaya.
Keadaan bimbang akibat orientasi mendua,menurut Dr.Malo
keadaan seperti ini menyebabkan remaja
nekad melakukan tindak bunuh diri. Untuk mengatasi hal ini Dr.Malo mengemukakan
beberapa alternatif. Jalan ke luar yg diambil harus memperhitungkan peranan
peer group,penggunaan waktu luang juga harus diperhatikan,untuk menanggulangi
masalah tersebut.
Enoch Markum menawarkan dua alternatif pemecahan
masalah. Pertama mengaktifkan kembali fungsi keluarga, dan kembali pada
pendidikan agama karena hanya agama yg bisa memberikan pegangan yang mantap.
Kedua menegakkan hukum akan berpengaruh besar bagi remaja dalam proses
pengukuhan identitas dirinya.
- Peran Media Masa
Ciri-ciri menyebabkan kecendrungan remaja melahap begitu saja arus informasi
yang serasi dengan selera dan keinginan sebagai penapis informasi atau pemberi
rekomendasi terhadap pesan-pesan yang di terima kini tidak berfungsi sebagai
sediakala.
masalah kepemudaan dapat di tinjau dari asumsi sebagai berikut:
1. Penghayatan mengenai proses
perkembangan bukan sebagai suatu kontinum yang sambung tetapi fragmentaris ,
terpecah-pecah , dan setiap fargmen mempunyai artinya sendiri-sendiri.
2. Posisi pemuda dalam arah kehidupan
itu sendiri .tafsiran-tafsiarn klasik didasarkan pada anggapan bahwa kehidupan
mempunyai pola yang banyak sedikitnya.
- Pemuda dan Identitas
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan
, terutama dari generasi lainya.hal ini dapt dimengerti karena pemuda
diharapkan sebagai generasi penerus , generasi yang harus mengisi dan
melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus.
- Potensi Potensi Pemuda
a. Idealis dan Daya Kritis : Secara Sosiologis
generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada , maka ia dapat melihat
kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan
baru.
b. Dinamika dan Kreatifitas: dengan adanya hal
ini generasi muda memiliki potensi skill yang dapat memberikan perubahan dan
pembaharuan terhadap kekurangan yang ada.
c. Keberanian mengambil resiko: Perubahan dan
Pembaharuan pembangunan mengandung resiko dapat meleset,terhambat,atau gagal,
tetapi jika menginginkan adanya kemajuan,maka resikopun harus diambil.
d. Optimis dan Kegairahan Semangat : Kegagalan
tidak menyebabkan generasi muda patah semangat,sikap optimis dan penuh semangat
mampu mendorong generasi muda untuk bisa lebih maju.
e. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni: Generasi
Muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap serta tindakan, dengan
disiplin murni maka lengkaplah,karena mereka akan menyadari batas-batas yang
wajar dan memiliki tenggang rasa.
f. Terdidik : Faktor putus sekolah,secara
menyeluruh baik dalam arti kuantitatif maupun dalam arti kualitatif generasi
muda lebih terpelajar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi
pendahulunya.
g. Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan:
Keanekaragaman merupakan potensi dinamis dan kreatif jika keanekaragaman itu
ditempatkan dalam rangka integrasi nasional yang didasarkan atas semangat dan
jiwa Sumpah Pemuda.
h. Patriotisme dan Nasionalisme : Rasa
kebanggaan, kecintaan dan ikut serta memiliki bangsa dan negara di generasi
muda perlu digalakkan, untuk mempertebal semangat pengabdian dan kesiapanya untuk
membela dan memeprtahankan bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman.
i.
Sikap Kesatria : Rasa tanggung
jawab,idelis,berani sosial yang tinggi adalah unsur yang perlu dipupuk dan
dikembangkan agar berjiwa kesatria.
j.
Kemampuan Kekuasaan Ilmu dan Teknologi :
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu
dan teknologi bila fungsional bisa dikembangkan terhadap lingkungannnya yg
lebih tebelakang dalam pendidikan dan penerapan teknologi.
- Permasalahan Generasi Muda.
Berbagai permasalahan generasi muda
yang muncul pada saat ini antara lain :
a. Dirasa menurunya jiwa idealisme,
patriotisme , dan nasionalisme di kalangan masyarakat,termasuk generasi muda.
b. Kebimbangan generasi muda terhadap
masa depannya.
c. Belum seimbangnya antara jumlah
generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia,baik yang formal maupun
nonformal. Tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh penyebab yang
bukan hanya merugikan generasi muda,tetapi juga seluruh bangsa.
d. Kurangnya lapangan kerja, lapangan
pekerjaan sedikit sangat tidak sesuai dengan jumlah pelamar yang sangat
banyak,sehingga menyebabkan pengangguran dikalangan generasi muda.
e. Kurangnya gizi yang dapat
menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan
dikalangan generasi muda,akibat kurangnya daya beli untuk memenuhi gizi makanan
seimbang di kalangan masyarakat.
f. Masih banyak perkawinan dibawah
umur, terutama dikalangan daerah pedesaan.
g. Pergaulan bebas yang membahayakan
sendi-sendi kehidupan keluarga.
h. Meningkatnya kenakalan remaja
termasuk penyalahgunaan narkotika.
i.
Belum adanya
peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.
Untuk pemecahan masalah diatas diperlukan usaha
terpadu, terarah, dan terencana dari seluruh potensi nasional,seperti
Organisasi pemuda yang telah berjalan baik.
Pengertian sosialisasi
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses yang
membantu individu belajar dan penyesuaian diri,bagaimana bertindak dan berpikir
agar ia dapat berperan dan berfungsi,baik sebagai individu maupun sebagai
anggota masyarakat.
Berikut tempat
terjadinya sosialisasi menurut para ahli :
a.Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan
saudara-saudaranya.
b. Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder
dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal.
c. Teman bermain (kelompok bermain)
Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat
dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak akan belajar
bersosialisasi dengan teman sebayanya.
d. Media Massa
Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah,
tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio, film dan video). Besarnya
pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang
disampaikan.
e. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir
cukup kuat, dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.
- Tujuan Pokok Sosialisasi adalah :
1. Individu
harus diberi ilmu pengetahuan yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di
masyarakat.
2. Individu
harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
3. Pengendalian
fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang
tepat.
4. Bertingkah
laku selaras dengan norma dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau
kelompok khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Faktor Lingkungan bagi pemuda dalam bersosialisasi
memegang peranan penting,karena dalam proses sosialiasi pemuda terus berlanjut
dengan segala daya imitasi dan identitasnya. Pengalaman demi pengalaman akan
diperoleh pemuda dari lingkungan sekelilingnya. Lebih lagi pada masa peralihan
dari pemuda menuju dewasa dimana sering terjadi konflik nilai,wadah pembinaan
harus bersifat fleksibel dan mampu mengerti dalam membina pemuda.
- Mengembangkan Potensi Generasi Muda
Dinegara maju seperti USA, pada umumnya generasi
muda mendapat kesempatan luas dalam pengembangan kemampuan dan potensi idenya.
Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda,didorong dengan berbagai motivasi
dan dipacu untuk maju dalam berlomba menciptakan gagasan yang hatus diwujudkan
dalam suatu bentuk barang,dengan berorientasi pada teknologi mereka
sendiri.Untuk mengembangkan gagasan itu MIT dan CMU pada tahun’73 telah membuat
proyek bersama dengan melibatkan 600 mahasiswa dan 55 anggota fakultas dalam
pemrograman belajar dan membaharu dalam wadah Nasional Science foundation,
Hasil yang dicapai ialah : lebih dari selusin produk,proses atau pelayanan baru
telah dipasarkan dan menciptakan hampir 800 pekerjaan baru, dan memperoleh
hasil penjualan sebesar $46,5juta.
Sebagaimana upaya bangsa Indonesia untuk
mengembangkan potensi tenaga generasi muda agar menjadi inovator-inovator yang
memiliki keterampilan dan skill berkualitas tinggi. Pembinaan sedini mungkin
pada angkatan pemuda pada tingkat SMA dengan cara menyelenggarakan lomba karya
ilmiah remaja. Pembinan dan pengembangan potensi muda pada tingkat perguruan
tinggi,lebih banyak diarahkan dalam program studi dalam berbagai ragam
pendidikan formal. Kaum muda memang merupakan suatu sumber bagi pengembangan
masyarakat dan bangsa, oleh karena itu pembinaan dan perhatian khusus harus
diberikan bagi kebutuhan dan pengembangan potensi mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar